Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2015, Yogyakarta Operasikan Commuter Line

Direktur Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan merencanakan akan membangun jalur ganda atau double track untuk kereta listrik (Commuter Line) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2015.
Fitri Rachmawati
Fitri Rachmawati - Bisnis.com 15 Juni 2014  |  09:38 WIB
2015, Yogyakarta Operasikan Commuter Line
Commuter line di Jakarta. Yogyakarta akan operasikan KRL pada 2015 - JIBI

Bisnis.com,JAKARTA--Direktur Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan merencanakan akan membangun jalur ganda atau double track  untuk kereta listrik (Commuter Line) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2015.
 
Direktur Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengatakan, pembangunan kereta api jalur baru akan dibangun di Jawa salah-satunya lintas selatan dan pembangunan KRL di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dana yang akan dibutuhkan untuk proyek pembangunan ini. Rencananya dari pinjaman luar negeri yaitu negara Jepang.
 
“Rencana ini belum final, paling Oktober akan dipublikasikan. Masih bakal ada perubahan-perubahan lagi. Kita lihat Oktober nanti. Jadi tunggu, kalo dikasih tahu semuanya nominal besaran secara rinci, kalo ndak jadi pie? daerah akan menanyakan sama saya kalo ndak jadi,” tuturnya kepada Bisnis Jumat (13/6/2015).
 
Lebih lanjut, biaya untuk rencana pembangunan jalur ganda kereta commuter line di Yogyakarta, rencananya dana dari pinjaman ke Jepang sekitar Rp1,1 triliun.
 
Dia menjelaskan, rencananya tahun ini bisa groundbreaking dan tahun depan bisa dibangun. Proyek ini akan dilakukan dalam tiga tahun yakni 2015,2016 dan 2017.
 
Pembangunan KRL di Yogyakarta ini merupakan salah-satu rencana pembangunan yang dibiayai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top