Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUSIA EKSPANSI ke UKRAINA: Eropa Timur Desak Ketegasan Uni Eropa

Eropa Timur mendesak Uni Eropa untuk menunjukkan ketegasan terkait ekspansi Rusia ke Ukraina.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 13 Juni 2014  |  22:15 WIB
 Tank militer Rusia melaju di jalan dari Sevastopol ke Simferopol - Reuters
Tank militer Rusia melaju di jalan dari Sevastopol ke Simferopol - Reuters

Bisnis.com, BUCHAREST—Eropa Timur mendesak Uni Eropa untuk menunjukkan ketegasan terkait ekspansi Rusia ke Ukraina.

Perdana Menteri Rumania Victor Ponta mengatakan blok 28 negara itu harus bersatu untuk memberikan Rusia peringatan yang jelas, setelah aksinya mencaplok Crimea dari Ukraina.

Aksi separatisme yang merupakan rentetan dari krisis geopolitik Ukraina memberikan guncangan di Eropa Timur, sebuah wilayah yang terlepas dari cengkeraman Soviet sejak 25 tahun lalu.

Menurutnya, untuk Rumania, peristiwa di Ukraina  membuat krisis tersebut makin intens di wilayah Laut Hitam dibandingkan dengan negara lainnya di luar kontinen itu.

“Rusia telah ada di sana selama ratusan abad, dengan berbagai nama, mulai dari Uni Soviet hingga Rusia. Tetapi, Rusia memiliki kekuataan besar dan Eropa harus menentukan sikapnya. Tidak ada yang menginginkan konfrontasi, tetapi ada garis merah yang tidak boleh dilanggar,” ungkap Ponta di Bucharest, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (13/6/2014).

Selain itu, dirinya berpendapat Uni Eropa harus bersatu untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari Rusia.

Tidak seperti Amerika Serikat, debat terus memanas di Uni Eropa terkait penjatuhan sanksi ke Rusia. Pasalnya, beberapa negara di blok itu terbelah, salah satunya akibat pasokan gas dari Rusia sekitar 30% ke Eropa.

Sebelumnya, AS dan Uni Eropa sepakat untuk membekukan aset dan larangan perjalanan untuk 98 orang dan 20 perusahaan. Kedua kekuataan besar itu juga menghentikan investasi dan perdagangan yang melibatkan Rusia, meski berpotensi merugikan negara-negara itu.

“Kami melihat ada beberapa pandangan berbeda di Uni Eropa, tetapi itu lebih disebabkan oleh kepentingan individual tiap negara,” tambah Presiden Slovakia Andrej Kiska.

Lebih lanjut, Kiska mengakui posisi Uni Eropa sedikit terhalang oleh ketergantungannya terhadap pasokan energi dari Rusia. Walaupun begitu, dirinya menegaskan nilai Uni Eropa berbasis demokrasi, bukannya oligarki, sehingga Uni Eropa perlu menjaganya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa Rusia Invasi Crimea

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top