Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BISKUIT HARAM: LPPOM MUI Tegaskan Bourbone Cookie Belum Bersertifikat Halal

Lembaga Pengkajian Pangan Obat obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menegaskan produk biskuit Bourbone Cookie yang diduga mengandung babi, belum memiliki sertifikat halal dari MUI.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 30 Mei 2014  |  08:50 WIB
 Biskuit Bourbone Cookie/halalmui.irg - created YUS
Biskuit Bourbone Cookie/halalmui.irg - created YUS

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Pengkajian Pangan Obat obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menegaskan produk biskuit Bourbone Cookie yang diduga mengandung babi, belum memiliki sertifikat halal dari MUI.

"Konsumen diimbau untuk berhati-hati dalam membeli produk dan hanya memilih produk yang ada logo halal pada kemasannya," kata Muti Arintawati, Wakil Direktur LPPOM MUI Bidang Auditing dan SJH, sebagaimana dimuat di laman halamui.org.

Menurut Muti, logo halal menjadi sangat penting untuk menginformasikan informasi kehalalan kepada masyarakat, karena tidak semua orang paham bahan baku (ingredient) yang terkandung dalam suatu produk. "Cara yang paling mudah adalah dengan melihat logo halal pada produk tersebut".

Kepada pengelola toko, Muti juga mengingatkan agar lebih selektif dalam menempatkan diplay produk dan memilahkan dengan jelas antara produk yang sudah terjamin kehalalannya dengan produk yang belum jelas kehalalannya. "Hal tersebut perlu dilakukan untuk memberikan ketenteraman masyarakat muslim selaku konsumen," ujarnya.

Biskuit Bourbone Cookie ditemukan di sejumlah gerai salah satu perusahaan ritel nasional, tersebar di sekitar 30 gerai dari total 940 gerai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mui Biskuit Haram
Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top