Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Menghindari Kekerasan Terhadap Anak

Kekerasan terhadap anak belakangan ini sudah menjadi hal yang menakutkan bagi keluarga. Banyak bentuk kekesaran yang dialami anak, seperti pelecehan seksual, penyiksaan, kekerasan fisik, anak korban HIV-AIDS, penyanderaan anak, dan lainnya.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 19 Mei 2014  |  17:31 WIB
Hargai anak dan bersikap adil serta Ciptakan suasana hangat dan penuh kasih sayang di rumah - Bisnis.com
Hargai anak dan bersikap adil serta Ciptakan suasana hangat dan penuh kasih sayang di rumah - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kekerasan terhadap anak belakangan ini sudah menjadi hal yang menakutkan bagi keluarga. Banyak bentuk kekesaran yang dialami anak, seperti pelecehan seksual, penyiksaan, kekerasan fisik, anak korban HIV-AIDS, penyanderaan anak, dan lainnya.

Evita Israhati J. Wahab, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum/Masalah Keluarga (YLBH/MK) Kowani, menuturkan penyebab kejahatan kekerasan seksual terhadap anak, terjadi karena dipicu oleh banyak hal.

Dia mengatakan penyebabnya antara lain karena merajalelanya pengaruh tontonan pornografi, dan porno-aksi yang mudah diakses masyarakat. Menjadi adikasi dan penyakit yang harus disembuhkan bagi pelanggannya.

Juga dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak diimbangi dengan kemampuan ekonomi, dan kekerasan dalam rumah tangga.

“Semua wilayah sosial yang ada di negeri ini, kini menjadi wilayah rawan bagi anak-anak. Justru tempat mereka berlindung, malah tidak aman,” kata Evita disela-sela Seminar Nasional Perlindugnan Anak Terhadap Kejahatan Keluarga, Sekolah dan Lingkungan, yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani), di Jakarta, Senin (19/5/14).

Sementara itu Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, memberikan beberapa tips menghindari kekerasan tehadap anak sebagai berikut:

  1. Hargai anak dan bersikap adil. Ciptakan suasana hangat dan penuh kasih sayang di rumah, beri anak penghargaan bila dia melakukan perbuatan terpuji, dan beritahu kesalahannya bila melakukan tindakan tidak baik.
  2. Dengarkan keluhan anak. Bila anak berperilaku buruk, seperti melawan, suka memukul atau berbohong, maka pahamilah perasaannya, dan dengarkan penolakan serta keluhannya.
  3. Ungkapkan dengan jelas ketidak setujuan kita ketika anak berperilaku tak baik. Hindari ungkapan yang memojokan dan menyalahkan anak, ketimbang mengatakan “ayo cepat mandi, mama tidak suka punya ank bau dan pemalas!” Sebaiknya katakan “yuk mandi sayang, supaya wangi dan bersih. Habis itu kita jalan-jalan yuk.”
  4. Berikan pengertian lebih awal. Ketika ingin anak melakukan sesuatu, cobalah ingatkan lebih awal dan beri pilihan serta penjelasan. Misalnya, “nak, 10 menit lagi waktunya tidur ya, supaya besok pagi kamu tidak telat bangun, dan tidak ngantuk di sekolah.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top