Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kasus Demam Berdarah di Balikpapan Naik 28,7%, Status Masih Waspada

Jumlah kejadian kasus demam berdarah dengue (DBD) di Balikpapan meningkat 28,7% hanya dalam waktu kurang dari satu bulan dari 636 kasus pada pertengahan April sudah menjadi 819 kasus pada awal Mei.
Pencegahan demam berdarah melalui fogging/
Pencegahan demam berdarah melalui fogging/

Bisnis.com, BALIKPAPAN--Jumlah kejadian kasus demam berdarah dengue (DBD) di Balikpapan meningkat 28,7% hanya dalam waktu kurang dari satu bulan dari 636 kasus pada pertengahan April sudah menjadi 819 kasus pada awal Mei.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Dyah Muryani mengatakan meskipun terjadi lonjakan yang cukup tinggi, masih belum ada perubahan status penyebaran penyakit ini. Hingga kini, Balikpapan masih ditetapkan sebagai daerah dengan waspada penularan DBD.

“Statusnya belum sampai menjadi kejadian luar biasa [KLB]. Namun, kita juga tetap harus menjaga diri kita, keluarga, dan lingkungan agar jangan sampai tertular DBD,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/5/2014).

Untuk menetapkan kasus DBD menjadi KLB, Dyah menyebutkan ada beberapa indikator yang harus diperhatikan seperti lonjakan kasus yang mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya, angka kematian yang mencapai 1% dari total kejadian serta indikator lain yang menunjukkan angka bebas jentiknya rendah.

Karena itu, Dyah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumah tinggal. Genangan ataupun penampungan air harus ditutup dan rutin dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Tindakan fogging masih terus dilakukan setelah di lingkungan tersebut dilakukan penyelidikan epidemologis agar kegiatan tersebut berlangsung efektif.

Dia mencontohkan apabila ditemukan kasus DBD di daerah tersebut, petugas akan langsung melakukan fogging di daerah tersebut.

Dyah juga meminta agar pakaian tidak digantung di dalam rumah karena rentan menjadi tempat bermukim nyamuk. Pakaian yang telah dipakai lebih baik segera dicuci atau dilipat agar tidak dihinggapi nyamuk.

Berdasarkan penelitian, nyamuk menyukai bau keringat manusia sehingga pakaian yang habis dipakai rentan menjadi sarang nyamuk.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor :

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper