Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJS Kesehatan: Kelas Menengah Di Kota Tangerang Enggan Mendaftar

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kantor cabang Kota Tangerang meyakini pertumbuhan jumlah pendaftar anggota kepesertaan BPJS Kesehatan terhalang rasa enggan kalangan penduduk kelas menengah ke atas untuk mendaftar.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 29 April 2014  |  16:13 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, TANGERANG -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kantor cabang Kota Tangerang meyakini pertumbuhan jumlah pendaftar anggota kepesertaan BPJS Kesehatan terhalang rasa enggan kalangan penduduk kelas menengah ke atas untuk mendaftar.

Menurut A. Herry Rachmanto, Kepala BPJS Kesehatan kantor cabang Kota Tangerang, jumlah pendaftar anggota kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Tangerang yang mencapai 1.000 jiwa per hari didominasi oleh penduduk kelas bawah.

“Penduduk kelas menengah ke atas sepertinya masih meragukan kinerja BPJS Kesehatan dalam mengkaver asuransi kesehatannya. Mereka masih lebih percaya dengan penyelenggaraan asuransi dari pihak swasta,” kata Herry di Tangerang, Selasa (29/4/2014).

Walau begitu, sejauh ini menurutnya minat mendaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan dari masyarakat Kota Tangerang tergolong tinggi, hal ini tercermin dari jumlah pencetakan kartu anggota golongan mandiri yang dalam sehari mencapai 1.000-2.000 buah.

Herry mengklaim dalam 4 bulan setelah diluncurkan, kepesertaan anggota BPJS Kesehatan di Kota Tangerang dari golongan mandiri telah mencapai 100.000 jiwa.

Jika merunut data BPS, jumlah penduduk Kota Tangerang sekitar 2 juta jiwa, maka yang telah terdaftar sekitar 5% penduduk.

Namun begitu, menurut Herry, jumlah tersebut belum ditambah dengan jumlah peserta existing yang secara otomatis dialihkan dari peserta Askes, Jamkesmas, TNI beserta keluarga, Polri dan Jamsostek menjadi peserta BPJS.

“Antusiasme kalangan bawah mendaftar BPJS karena peserta dapat langsung berobat setelah mendaftar, tidak seperti asuransi swasta yang harus menunggu beberapa waktu setelah menjadi anggota,” kata Herry.

Selain itu, menurutnya, masih banyak perusahaan di Kota Tangerang yang belum mendaftarkan kepesertaan karyawannya dalam program pemerintah ini.

Herry menjelaskan, kendala penggunaan kartu BPJS Kesehatan selama ini terletak pada perbedaan pemahaman baik dari pihak rumah sakit, puskesmas, lembaga kesehatan penerima kartu BPJS, juga masyarakat.

Menurutnya, BPJS pusat menargetkan untuk peserta dari badan usaha per 1 Januari 2015 seluruhnya wajib menjadi anggota BPJS, sementara untuk Jamkesda pada 2016 ditargetkan telah terintegrasi dengan BPJS.

Sementara itu, pada 2019 ditargetkan seluruh penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs kesehatan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top