Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS ANAS: KPK Periksa mantan Kepala BIN Hendropriyono

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono terkait penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang dengan tersangka mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 29 April 2014  |  12:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono terkait penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang dengan tersangka mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Iya saya diperiksa," kata Hendropriyono yang menjabat sebagai Kepala BIN periode 2001-2004 saat tiba di gedung KPK Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengonfirmasi bahwa Hendropriyono diperiksa dalam penyidikan perkara TPPU Anas Urbaningrum.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka AU [Anas Urbaningrum]," katanya seperti dikutip Antara.

Pada kesempatan sebelumnya, KPK sudah memeriksa petinggi BIN lain dalam kasus itu, yaitu mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali.

Setelah diperiksa, As'ad mengaku bahwa BIN pada Mei 2003 pernah membeli kamus Arab-Indonesia-Inggris terbitan Pondok Pesantren Krapyak.

Pimpinan pondok pesantren tersebut adalah Kiai Haji Attabik Ali yang merupakan mertua Anas.

"Mei tahun 2003, dinas membeli membantu pesantren-pesantren, kamus lengkap, Inggris-Arab- Indonesia, ada empat set, tapi harganya lupa, jumlahnya juga saya lupa. Itu untuk diberikan ke pesantren-pesantren," kata As'ad pada Kamis (25/4).

As'ad pun mengaku tidak punya hubungan pribadi dengan Anas.

"Saya beli kamus karangan Krapyak, terbitan Krapyak, kamusnya saya bagikan. Uangnya masuk ke sana, untuk apa kita gak ngerti," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus anas urbaningrum
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top