Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif Listrik Naik, API Semarang Siap Efisiensi

Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 28 April 2014  |  18:27 WIB
Suasana di pabrik tekstil. Siap menghadapi kenaikan tarif listrik - Bisnis
Suasana di pabrik tekstil. Siap menghadapi kenaikan tarif listrik - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG--Asosiasi Pertekstilan Indonesia Kota Semarang akan meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik sebagai imbas rencana penaikan tarif listrik PLN mulai 1 Mei 2014.
 
Ketua API Kota Semarang Agung Wahono menuturkan asosiasi tengah bernegosiasi dengan PLN agar rencana penaikan tarif listrik industri golongan sedang (I-3) tercatat di bursa sebesar 38,9% dan golongan besar (I-4) 64,7% pada 1 Mei 2014 dilakukan secara bertahap.
 
"Listrik ini 30% biaya produksi. Mau tidak mau tarifnya akan dinaikkan, tapi kita harap dianggur sampai akhir tahun," katanya ketika dihubungi Bisnis, Senin (28/4/2014).
 
Di tengah rencana penaikan tarif listrik yang tidak dapat dibendung, industri tekstil di Jateng bersiasat dengan meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik. Upaya tersebut diharapkan tidak menekan output produksi.
 
"Kita lakukan efisiensi konsumsi energi. Kalau memang tidak ada shift, mesin dan penerangan dimatikan. Memang konsumsi listrik terbesar itu di mesin pabrik," ujarnya.
 
Selain itu, produsen garmen dan tekstil berupaya untuk melakukan negosiasi dengan pihak pembeli untuk meninjau ulang kesepakatan harga. Penaikan tenaga listrik berpotensi meningkatkan harga produk tekstil sebesar 5%-7%.
 
"Kalau kita minta harga produk naik, bisa-bisa buyer tengok kanan-kiri atau lari cari produsen lain," imbuhnya.
 
Kendati demikian, Agung menuturkan pelaku industri tekstil di Semarang dan Jateng belum ada yang berencana melakukan pemutusan hubungan kerja sebagai imbas dari penaikan tarif listrik.
 
Saat ini, jumlah industri tekstil dan produk tekstl (TPT) di Jawa Tengah mencapai 500 unit. Mayoritas berukuran kecil dan menengah, sedangkan industri besar diproyeksi hanya 30%.
 
Tekstil merupakan komoditas penyumbang devisa terbesar di Jateng. Berdasarkan data BPS, ekspor tekstil dan barang tekstil Jateng pada 2012 mencapai US$1,76 miliar dan meningkat menjadi US$1,97 miliar pada 2013.  
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri tekstil
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top