Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMILU PRESIDEN 2014: Asing Dituding Ikut Bermain Dalam Konflik PPP

Kisruh di tubuh Partai Persatuan Pembangunan ditengarai akibat adanya campur tangan pihak asing.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 April 2014  |  01:54 WIB
PPP, Partai Persatuan Pembangunan
PPP, Partai Persatuan Pembangunan

Bisnis.com, JAKARTA - Kisruh di tubuh Partai Persatuan Pembangunan ditengarai akibat adanya campur tangan pihak asing.

"Analisa saya, asing juga bermain dalam perpecahan di kubu PPP," kata Pangi Syarwi Chaniago, pakar politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

Dia menilai perpecahan itu diperlukan untuk mengacaukan dukungan simpatisan PPP terhadap bakal calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto.

Dukungan rakyat kepada Prabowo yang semakin menguat, membuat resah pihak-pihak lawan.

"Prabowo tetap akan menemui kendala dalam dukungannya dari berbagai pihak seperti kelompok asing, koruptor, dan konglomerat hitam. Hal itu karena ketegasan dan kewibawaannya dalam membangun kapabilitas untuk memberdayakan ekonomi bangsa," katanya.

Prabowo dalam sejumlah survei menempati posisi teratas. Meski demikian, Prabowo tetap akan menemui kendala dalam dukungan dari berbagai pihak.

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menyatakan dukungan terhadap Prabowo dipecah-belah.

"PPP saat ini tak boleh lagi mempertahankan konflik di internal mereka sendiri," ujarnya.

PPP dan juga partai berbasis Islam tak boleh lagi mempertahankan konflik internal mereka sendiri.

"Partai Islam jangan terjebak teori kesadaran palsu, bahwa ia tak sadar sedang diadu domba. Sebaiknya rakyat Indonesia waspada jangan sampai asing memecah-belah bangsa kita. Rakyat harus bersatu untuk melawan konglomerat hitam dan koruptor," tegasnya. (ant/yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres 2014

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top