Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KUALITAS PENDIDIKAN: 5 Cara Agar Materi Pelajaran Mudah Dicerna Anak Didik

Tantangan guru dan dosen dalam mengajar kian semakin berat karena daya pikatnya untuk menyampaikan materi pelajaran cenderung menurun sehingga proses belajar dan mengajar di kelas menjadi tidak maksimal.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 20 April 2014  |  22:51 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Tantangan guru dan dosen dalam mengajar kian semakin berat karena daya pikatnya untuk menyampaikan materi pelajaran cenderung menurun sehingga proses belajar dan mengajar di kelas menjadi tidak maksimal.

Tubagus Wahyudi, Pendiri Kahfi Motivator School mengatakan kondisi yang demikian banyak ditemukan di berbagai sekolah atau perguruan tinggi dan jumlanya dapat terus meningkat jika tidak ada upaya bersama untuk mengatasi, terutama para guru dan dosen itu sendiri.

“Untuk itu, para guru yang menghadapi tantangan berupa penurunan daya tarik dirinya agar dengan penuh kesadaran melakukan perbaikan niat dan caranya mengajar,” katanya dalam seminar nasional Hypno Teaching di Pasca Sarjana Istitut PTIQ Jakarta, Ahad (20/4/2014)  

Menurutnya, kini semua guru dan dosen dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memikat dan menyenangkan (entertain) sehingga para peserta didiknya menjadi terkesan (impression) dan materi pelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik.   

Sebab, dalam perkembangan zaman sekarang para siswa dan mahasiswa memiliki banyak sarana dan aktifitas yang dapat menjadi daya pikat atau fokus perhatian yang menyenangkan seperti internet, televisi, film sert berbagai sarana dan kegiatan hiburan lainnya.

Dia menjelaskan guru dan dosen agar memiliki daya pikat yang kuat bagi para murid dan mahasiswanya dapat melakukan lima hal. Yakni pertama, memperbaiki niat dan konsisten dengan apa yang diikrarkan dalam niat yakni mengajar sebaik mungkin sebagai ibadah.

Kedua, mimiliki power speaking dalam arti guru dan dosen mampu menjadi fokus perhatian para murid dan mahasiswa karena menguasai secara baik materi yang diajarkan, atau memiliki kharisma kuat, popularitas di bidang tertentu, dan kecakapannya dalam berbicara.

Ketiga adalah menguasai ilmu public speaking yakni dapat menyampaikan pelajaran dengan menggunakan kekuatan visual yang ada dalam diri guru dan dosen antara lain berupa mimik mukanya, gesture dan bahasa tubuhnya.

Tubagus yang juga mahasiswa Pasca Sarjana Institut PTIQ Jakarta menekankan bahwa faktor visual atau bagaimana penampilan pengajar punya kekuatan daya tarik kuat mencapai 55%, vokal (bagaimana anda bersuara) 38% dan kekuatan verbal atau apa yang anda katakan 7%.

Keempat, mampu beracting agar menarik dengan upaya melakukan sesuatu agar orang lain, yaitu pelajar dan mahasiswa, dapat mengerti atau percaya dan yakin terhadap maksud dan tujuan dari proses belajar mengajar di kelas.

Kelima, memiliki simpati dan ilmu mirroring. Artinya, para guru dan dosen mendapat simpati dari murid atau mahasiswa antara lain karena mimik mukanya ceria, tatapan matanya, perhatian terhadap nama audience, dan pancarkan energi positif.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kahfi motivator school institut ptiq jakarta tubagus wahyudi
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top