Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indo Strategi: JK Lebih Tepat Jadi Negarawan

Sebagai tokoh dengan pengalaman di berbagai bidang, baik bisnis, politik, sosial maupun pemerintahan, Jusuf Kalla (JK) menjadi tokoh yang sangat dihormati sehingga lebih tepat menjadi negarawan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 April 2014  |  09:50 WIB
Jusuf Kalla  - bisnis.com
Jusuf Kalla - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Strategi Research and Consulting (ISRC) Andar Nubowo mengatakan sebagai tokoh dengan pengalaman di berbagai bidang, baik bisnis, politik, sosial maupun pemerintahan, Jusuf Kalla (JK) menjadi tokoh yang sangat dihormati sehingga lebih tepat menjadi negarawan.

Andar Nubowo dalam pernyataan pers di Jakarta, Minggu, mengatakan pikiran-pikiran dan nasihat JK dibutuhkan para pemimpin dari berbagai partai dan golongan. Posisi sebagai negarawan akan sangat terhormat dan tepat buat JK.

Dia khawatir jika JK ikut dalam pemilihan presiden mendatang sebagai cawapres justru akan menggoyahkan prestasi dan kenegarawanannya. Sebab ketika terjun dalam konstestasi, pasti JK akan memihak satu kelompok (koalisi partai pendukung pasangan dirinya.

Karena itu, Andar mengingatkan JK agar berjiwa besar dan memberikan kesempatan kepada generasi yang lebih muda untuk maju sebagai capres-cawapres.

"Indonesia memiliki calon pemimpin bangsa yang cukup banyak, pasti ada yang mampu meneruskan cita-cita dan prestasi JK selama ini. Jadi ada estafet kepemimpinan kepada yang lebih muda," katanya.

Andar mengakui dalam survei yang dilakukan Indo Strategi periode 15 Februari-25 Maret 2014 mengenai cawapres ideal, nama Jusuf Kalla memiliki skor paling tinggi di antara 18 tokoh berbagai bidang yang diteliti, lalu diikuti Akbar Tandjung. Suveri yang berdasarkan kompetensi tokoh, pengalaman dan indeks personal itu telah diumumkan awal April lalu.

Terkait simulasi pasangan Jokowi-JK, survei Indo Strategi, dipredikasi pasangan tersebut jika terpilih, maka Jk akan lebih mendominasi pemerintahan.

"Akibatnya akan mengganggu harmoni Jokowi-JK dan juga PDIP. Dalam perspektif ini, maka pasangan Jokowi-JK tidak ideal dari sisi stabilitas pemerintahan," ungkap Andar Andar, yang juga dosen Ilmu Politik dan Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah.

Dia menyarankan capres PDIP Jokowi untuk memilih pendamping yang bukan saja mampu meningkatkan elektabilitas pasangan capres-cawapres, tetapi yang terpenting bagaimana pemerintahan berjalan dengan efektif selama lima tahun ke depan, jika terpilih dalam pilpres.

"Menurut saya, Jokowi adalah pemimpin sekaligus politikus yang punya pengalaman dan keberanian untuk menentukan pendampingnya yang tepat. Pendamping yang punya chemistry dan satu visi untuk membangun negeri dan mengesampingkan kepentingan kelompok dan golongan," kata Andar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top