Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selama 7 tahun, PNPM di Kaltim Telan Dana Rp 1 Triliun

Sejak digulirkan pada 2007 hingga 2014, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Provinsi Kaltim sudah menelan dana mencapai Rp1,099 triliun. Dana itu untuk pembangunan jalan, modal usaha kaum perempuan dan gedung pendidikan.
Muhamad Yamin
Muhamad Yamin - Bisnis.com 18 April 2014  |  20:25 WIB
PNPM berjalan di perdesaan di Kaltim mengalami penambahan modal dari keuntungan usaha Rp48,109 miliar.  - bisnis.com
PNPM berjalan di perdesaan di Kaltim mengalami penambahan modal dari keuntungan usaha Rp48,109 miliar. - bisnis.com

Bisnis.com, SAMARINDA - Sejak digulirkan pada 2007 hingga 2014, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Provinsi Kaltim sudah menelan dana mencapai Rp1,099 triliun. Dana itu untuk pembangunan jalan, modal usaha kaum perempuan dan gedung pendidikan.

"Pada 2014, dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kaltim senilai Rp135,64 miliar, yakni dari APBN senilai Rp78,27 miliar dan dari tujuh kabupaten senilai Rp57,37 miliar. Dana tersebut disebar untuk 80 kecamatan di tujuh kabupaten," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Kaltim Moh Jauhar Efendi di Samarinda, Jumat (18/4/2014).

Dikatakan dia, dana PNPM yang disalurkan terbesar pada 2010 yang mencapai Rp202,4 miliar dan paling sedikit pada 2007 yang hanya Rp 36 miliar. Selama PNPM berjalan, lanjut Jauhar, banyak keberhasilan yang sudah dirasakan masyarakat.

Dana PNPM yang telah dinikmati masyarakat di antaranya pembangunan jalan pertanian, gedung kesehatan, sarana air bersih, jalan antar desa, dan gedung sekolah. Selain itu listrik tenaga surya hingga pinjaman modal usaha khusus wanita atau yang dikenal dengan Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

BPMPD mengklaim PNPM berjalan di perdesaan di Kaltim mengalami penambahan modal dari keuntungan usaha Rp48,109 miliar. Adapun, simpan pinjam oleh perempuan memiliki total aset produktif yang tersebar di UPK semua kecamatan mencapai Rp208,109 miliar. Aset itu diperoleh dari hasil yang dijalankan oleh anggota kelompok yang terus berkembang.

"Usaha yang dijalankan simpan pinjam perempuan antara lain berjualan sembilan bahan pokok kebutuhan warga setempat dan pembuatan aneka souvenir khas daerah. Ada juga, simpan pinjam sebagai modal membuat keripik singkong, keripik pisang, membuat telur asin, jualan pulsa," ujar Jauhar Effendi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pnpm
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top