Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Ini, Riau Genjot Produksi Karet Hingga 13%

Dinas Perkebunan Provinsi Riau memprediksi produksi karet tahun ini bisa meningkat antara 12%-13% pasca upaya peremajaan dan perawatan tanaman yang dilakukan sejak 2013.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 18 April 2014  |  14:40 WIB
Kualitas karet yang buruk menyebabkan harga pasaran jatuh hingga Rp6.500 per kilogram dari harga Rp12.000 per kilogram.  - bisnis.com
Kualitas karet yang buruk menyebabkan harga pasaran jatuh hingga Rp6.500 per kilogram dari harga Rp12.000 per kilogram. - bisnis.com

Bisnis.com, PEKANBARU—Dinas Perkebunan Provinsi Riau memprediksi produksi karet tahun ini bisa meningkat antara 12%-13%, menyusul peremajaan dan perawatan tanaman yang dilakukan sejak 2013.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulher mengatakan peremajaan tanaman telah dilakukan pada lahan seluas 4.000 hektare. Selama ini, tanaman karet masyarakat banyak yang berusia di atas 20 tahun dengan tingkat produktivitas yang rendah.

“Rata-rata produksi karet hanya 6-7 kilogram per hektare setiap hari dari produktivitas idealnya mencapai 50 kilogram. Adanya bantuan peremajaan tanaman bisa menjaga produktivitas, sehingga produksi akhir tahun bisa naik hingga 13%,” kata Zulher kepada Bisnis.COM, Jumat (18/4/2014).

Berdasarkan data Disbun Riau produksi karet 2013 mencapai 350.476 kilogram. Angka tersebut mengalami kenaikan hingga 17.000 kilogram dari 333.476 kilogram pada 2012. Adapun, kebun karet yang memasuki tanaman tua dan rusak (TTR) mencapai 90.741 hektare pada 2011 dan menurun menjadi 84.883 hektare setahun kemudian.

Kualitas karet yang buruk menyebabkan harga pasaran jatuh hingga Rp6.500 per kilogram dari harga Rp12.000 per kilogram. Turunnya harga juga disebabkan perilaku buruk masyarakat yang sengaja memasukkan batu atau sampah ke dalam karet yang akan dijual, sehingga perusahaan menurunkan harga.

 

Zulher berpendapat kesuksesan program peremajaan karet hanya ditentukan oleh kualitas bibit, cara pengolahan lahan dan perawatan tanaman karena lahan di Riau sudah sesuai. Setidaknya dibutuhkan waktu hingga 5 tahun hingga karet siap disadap.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top