GEMPA CHILI: 5 Tewas Akibat Gempa 8,2 SR dan Tsunami Setinggi 2 Meter

Gempa dahsyat berkekuatan 8,2 Skala Richter pada Selasa (1/4/2014) waktu setempat, menyebabkan lima orang tewas dan memicu terjadinya tsunami setinggi 2 meter di pantai utara Chili.
Saeno | 02 April 2014 13:21 WIB
Petugas dan warga mengevakuasi warga Chili berusia lanjut dari lokasi pengungsian sementara. - Reuters/Stringer

Bisnis.com, SANTIAGO -– Gempa dahsyat berkekuatan 8,2 Skala Richter pada Selasa (1/4/2014) waktu setempat, menyebabkan lima orang tewas dan memicu terjadinya tsunami setinggi 2 meter di pantai utara Chili.

Pejabat terkait menyebutkan di antara korban tewas adalah korban yang terempas gelombang dan korban tewas karena serangan jantung.

Survei Geologi Amerika Serikat menyebutkan gempa dangkal sedalam 12,5 mil atau sekitar 20,1 km di dasar laut itu terjadi di sekitar 100 km barat laut kota pelabuhan pertambangan Iquique dekat perbatasan Peru.

Meski begitu, aktivitas pertambangan produsen tembaga nomor 1 di dunia itu tidak terlalu terganggu, sementara sekitar 300 penghuni penjara perempuan di Iquique memanfaatkan kondisi darurat itu dengan melarikan diri

Sekitar 26 tahanan perempuan berhasil segera ditangkap kembali, ujar pihak berwenang. Sementara itu pasukan keamanan menyebar mengamankan lokasi di tengah kondisi listrik yang padam.

Pusat Peringatan Dini Tsunami di Pasifik menyebutkan gempa dahsyata itu menimbulkan tsunami besar dengan ketinggian gelombang hingga mencapai 2 meter. Pihak angkatan laun Chili menyebutkan gelombang raksasa itu pertama kali menerpa pesisir sekitar 45 menit setelah gempa terjadi.

Iquique adalah pelabuhan utama, dekat dengan pusat pertambangan tembaga di Chili.

Sebelum ini, lokasi ini telah mendapat perintah untuk siaga tinggi karena sejumlah getaran atau tremor yang terjadi di luar kebiasaan dalam beberapa pekan ini.

Kota pelabuhan ini berlokasi sekitar 1.500 km utara ibu kota Chili, Santiago. Gempa tersebut tak terasa di Santiago.

Pemerintah Chili telah mengevakuasi warga dari wilayah gempa dan Presiden Michelle Bachelet telah menyatakan kawasan utara Chili itu sebagai zona bencana. Presiden menjanjikan bahwa tentara dan polisi akan menjaga keamanan dan kerusakan akibat gempa akan segera diperbaiki. Akibat gempa, tanah di wilayah itu longsor dan menghalangi jalanan.

Sembari memuji langkah warga merespon gempa, Bachelet melalui siaran televisi mengatakan “Pemerintah akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengatasi kondisi darurat ini.”

Ini bukanlah gempa raksasa pertama bagi Chili. Pada 2010, negeri ini pernah mengalami gempa sebesar 8,8 SR yang menyebabkan sejumlah wilayah di pesisir kawasan Chili selatan mengalami kerusakan parah dan menyebabkan 526 orang meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, gempa Chili

Sumber : Reuters
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top