Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gunung Merapi Batuk Asap & Hujan Abu

Ada istilah bagi penduduk Yogyakarta dan sekitarnya untuk aktivitas Gunung Merapi yakni bila gunung tersebut tak ada aktivitas, maka akan mengkhawatirkan.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 27 Maret 2014  |  16:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Ada istilah bagi penduduk Yogyakarta dan sekitarnya untuk aktivitas Gunung Merapi yakni bila gunung tersebut tak ada aktivitas, maka akan mengkhawatirkan.

Berkaitan dengan itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi peningkatan seismisitas Gunung Merapi pada Kamis (27/3/2014) pukul 13.03-13.27.

Aktivitas tersebut ditandai dengan hembusan abu, suara gemuruh dan masyarakat merasakan guncangan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan saat terjadi hembusan puncak Gunung Merapi tertutup awan.

“Hujan abu terjadi di beberapa tempat, tapi pada pukul 13.30 kondisi sudah normal kembali,” katanya dalam rilis, Kamis (27/3/2014).

Dia menjelaskan daerah yang sempat terjadi hujan abu adalah daerah Manisrenggo, Karangnongko Deles, Tegalmulyo dan Tlogowatu yang seluruhnya masuk dalam wilayah kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Namun, meski sempat terjadi hujan abu, status Gunung Merapi tetap Normal Aktif (level I) sehingga pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap tenang.

Sementara itu, aktivitas seismisitas juga ditampilkan oleh Gunung Slamet yang berlokasi di Jawa Tengah dengan adanya gempa-gempa, hembusan dan letusan.

Namun, jelasnya, tidak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BNPB, tercatat ada 10 kali letusan dengan asap berwarna kelabu tebal dengan tinggi sekitar 300-800 meter ke arah timur.

Tak hanya itu, gempa hembusan asap tercatat sebanyak 75 kali.

Namun, Gunung Selamet tidak ada perubahan status yang hingga kini masih berada di Status Waspada (level II) sehingga pihaknya mengimbau  masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di  radius 2 km dari puncak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top