Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rolls Royce Diselidiki KPK Inggris, Terancam Denda Besar

Rolls Royce Holdings Plc. mengatakan perusahaan pembuat mesin jet terbesar kedua dunia itu tengah diinvestigasi oleh Kementerian Kehakiman AS dan Serious Fraud Office Inggris atas dugaan penipuan serta korupsi.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 06 Maret 2014  |  21:04 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, LONDON - Rolls Royce Holdings Plc. mengatakan perusahaan pembuat mesin jet terbesar kedua dunia itu tengah diinvestigasi oleh Kementerian Kehakiman AS dan Serious Fraud Office Inggris atas dugaan penipuan serta korupsi.

Hal itu disampaikan Rolls Royce dalam laporan keuangan tahunannya. “Saat ini, perusahaan sedang diselidiki oleh beberapa lembaga penegak hukum, yaitu Serious Fraud Office (SFO) Inggris dan Kementerian Kehakiman AS. Dugaan pelanggaran hukum bisa berakibat pada denda, penalti, tuntutan pidana, litigasi, serta larangan berusaha di masa depan,” papar perusahaan dalam laporannya seperti dilansir Bloomberg, Kamis (6/3/2014).

SFO, semacam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia, melakukan penyelidikannya sejak Desember 2013. Dalam laporan yang dirilis Rabu (5/3/2014), Rolls Royce menuturkan terlalu dini bagi perusahaan memerkirakan jumlah denda yang mesti mereka bayar.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan secara terpisah, Rolls Royce mengungkapkan perusahaan bekerja sama penuh dengan otoritas Inggris dan AS itu. Namun, mereka mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari Kementerian Kehakiman AS atas penyelidikan yang telah berlangsung.

Perusahaan yang bermarkas di London, Inggris itu menyatakan adanya sejumlah kekhawatiran pada 2012 yang terjadi di China dan Indonesia. Hal itu tercantum di laporan yang disusun berdasarkan penyelidikan oleh SFO.

Rolls Royce mengklaim sudah memperketat standar operasional dan etika kerja global perusahaan. Para karyawan harus mendapat pengakuan resmi dari perusahaan bahwa mereka telah mendapat salinan standar tersebut.

Bulan lalu, perusahaan yang berdiri sejak 1906 itu memerkirakan pertumbuhan tahun ini bakal stagnan seiring rendahnya permintaan atas perlengkapan keamanan dan penjualan di industri penerbangan sipil. Padahal, selama 10 tahun terakhir Rolls Royce terus mengalami pertumbuhan.

Rolls Royce memunyai perwakilan di sejumlah negara selain Inggris, AS, Indonesia, dan Cina. Beberapa diantaranya adalah Jepang, Perancis, Jerman, Malaysia, Singapura, Thailand, India, Uni Arab Emirat, Brazil, dan Australia.

Mereka termasuk pembuat mesin pesawat terbang terbesar dunia. Di luar menjual produk dan jasanya untuk sektor sipil, Rolls Royce merupakan salah satu kontraktor pertahanan ternama dunia.

Menurut situs resminya, perusahaan ini sudah 45 tahun menjadi pemasok berbagai produk dan jasa untuk sektor sipil, pertahanan, kelautan, serta energi di Indonesia. Rolls Royce mengatakan Indonesia memunyai potensi pasar yang besar, terutama di bidang penerbangan sipil dan pembangkit listrik.

Di Cina, perusahaan ini sudah masuk ke industri penerbangan Negeri Tirai Bambu itu sejak 1962. Saat ini, Rolls Royce memunyai sekitar 2.000 pegawai, baik di perwakilan mereka maupun perusahaan joint ventures.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi rolls royce
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top