Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Shalat Berhadiah: Kejaksaan Selidiki Dugaan Gratifikasi

Hingga kini Kejaksaan Tinggi Bengkulu terus melanjutkan pengusutan dugaan gratifikasi dari program shalat berjemaah berhadiah yang dicetuskan Pemerintah Kota Bengkulu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Maret 2014  |  09:34 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BENGKULU - Iming-iming hadiah pada program shalat berjamaah di Bengkulu menimbulkan kecurigaan adanya praktik pemberian gratifikasi.

Hingga kini Kejaksaan Tinggi Bengkulu terus melanjutkan pengusutan dugaan gratifikasi dari program shalat berjemaah berhadiah yang dicetuskan Pemerintah Kota Bengkulu.

"Kita masih mencari informasi menyangkut dugaan gratifikasi," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Deny Zulkarnain mewakili Kajati Bengkulu, di Bengkulu, Rabu (5/3/2014).

Sejauh ini informasi dugaan gratifikasi dari penyediaan hadiah program shalat berjemaah tersebut menurut dia baru diperoleh dari laporan masyarakat dan media massa.

"Kita telusuri yang terkait penyimpangan dari program shalat berjemaah berhadiah, namun sampai saat ini masih full data," kata Deny.

Sebelumnya, pada 20 Februari 2014, Asisten Bidang Intelejen Kejati Bengkulu Marihot Silalahi mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempelajari dugaan gratifikasi dari hadiah yang disiapkan Pemerintah Kota Bengkulu untuk program shalat Dzuhur berjemaah setiap Rabu di Masjid At-Taqwa daerah itu.

"Kita sedang pelajari dugaan ke arah itu, dan baru dipanggil satu orang untuk dimintai keterangan," katanya.

Marihot mengatakan pihaknya belum bisa memastikan aliran dana untuk hadiah itu sebagai tindak gratifikasi terhadap Wali Kota Bengkulu selaku pejabat publik.

"Kita belum bisa simpulkan, sekarang sedang proses," kata dia saat menerima Lembaga Pusat Kajian Anti-Korupsi, Puskaki, Bengkulu, menyerahkan laporan pendukung dugaan gratifikasi hadiah yang disediakan Wali Kota Bengkulu untuk masyarakat paling konsisten ikut shalat Dzuhur berjemaah tersebut.

Sementara itu, Ketua Puskaki Bengkulu, Melyansori mengatakan pihaknya menduga adanya unsur gratifikasi dari penyediaan hadiah itu karena posisi wali kota sebagai pejabat publik.

"Wali kota mengajak berbagai pihak untuk menyumbang hadiah, dan itu direspons. Coba orang biasa yang mengajak, belum tentu ada yang mau menyumbang. Itu karena posisi penting wali kota sebagai pimpinan daerah, jadi pengusaha dan pejabat seperti kepala dinas lingkungan Pemkot Bengkulu jadi ikut menyumbang," katanya.

Menurut Melyansori, pengusaha perumahan REI Daniel, yang berinvestasi di Kota Bengkulu ikut menyumbang satu unit mobil Toyota Avanza, dan diduga dengan ikut menyukseskan program wali kota, perizinan atas usaha REI Daniel bisa dimudahkan.

"Begitu juga Kepala Dinas PU Kota Bengkulu, juga ikut menyumbang satu unit motor. Sekretaris DPRD Kota Bengkulu juga ikut menyumbang, oleh sebab itu kita menduga adanya gratifikasi, kita tidak mempermasalahkan hal tersebut dari sudut pandang agama, tapi mengeritik dari sisi hukum agar ke depannya lebih baik," kata dia.

Lebih lanjut Melyansori menjelaskan dari pantauan pihaknya, Bupati Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan juga ikut menyumbang satu unit mobil Toyota Agya.

"Kita tahu, Bupati Musi Rawas, akan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Bengkulu pada Pemilukada 2015 nanti, dan Helmi Hasan memiliki posisi strategis, selain menjabat Wali Kota Bengkulu dia juga Ketua DPW PAN," kata Melyansori.

Sebelumnya, Wali Kota Bengkulu menyediakan anggaran Rp20 miliar untuk warga daerah tersebut yang rajin menunaikan shalat berjemaah pada program yang dicetuskan pemerintah setempat.

Anggaran tersebut berasal dari APBD Kota Bengkulu yakni sebesar Rp2,3 miliar serta bantuan sumbangan dari berbagai kalangan.

"Kita menyediakan hadiah sebuah mobil Kijang Innova bagi warga yang paling rajin ikut program ini, yakni lebih dari 52 kali shalat dzuhur berjemaah dan paling konsisten," kata Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan.

Selain itu, warga yang rajin shalat dzuhur berjamaah tersebut juga akan mendapatkan kesempatan naik haji dan umroh gratis.

"Bagi warga terbaik tiap kecamatan juga akan mendapatkan sembilan unit mobil avanza untuk sembilan kecamatan, serta 67 unit sepeda motor untuk 67 kelurahan," kata Helmi.

Program shalat dzuhur berjemaah di Masjid At-Taqwa Kota Bengkulu setiap hari Rabu itu menurutnya guna menumbuhkan motivasi masyarakat setempat untuk meramaikan masjid dan kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari Pemkot Bengkulu yakni "Bengkuluku Religius".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gratifikasi shalat berhadiah

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top