Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uang Palsu Incar Pemilu 2014, BI Minta Masyarakat Waspada

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan peredaran uang palsu atau upal menjelang Pemilihan Umum 2014.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Februari 2014  |  09:41 WIB
Ilustrasi/Uang palsu
Ilustrasi/Uang palsu

Bisnis.com, BENGKULU -Jelang Pemilihan Umum 2014 peredaran uang palsu diperkirakan akan marak di Indonesia.

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan peredaran uang palsu atau upal menjelang Pemilihan Umum 2014.

"Memang kalau ada kegiatan besar, apalagi pesta demokrasi seperti pemilu kami waspadai dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan upal. Kami akan awasi secara ketat," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Yuwono, Selasa (25/2/2014).

Dia mengatakan, pihaknya berencana akan menambah intensitas sosialisasi kepada masyarakat tentang cara membedakan uang asli dan palsu.

"Uang palsu mudah beredar karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang ciri-ciri uang asli. Oleh karena itu, masyarakat harus mengenal tanda fisik uang asli secara sederhana yang dapat dilihat mata, sedangkan guna mencegah peredaran dari sisi pelaku, kami berkoordinasi dengan Polda Bengkulu dengan memberikan data-data yang dibutuhkan untuk penyelidikan," ujar Yuwono.

Yuwono mengatakan secara kasatmata uang kartal asli dapat dilihat dari tekstur cetakan uang yang lebih kasar dibandingkan dengan uang palsu.

"Jika kita raba uang kartal lebih kasar, terasa timbul pada tulisan 100.000, begitu juga untuk nominal lainnya. Perpindahan warna dari beberapa warna pada uang terlihat halus dan lembut, kalau yang palsu kontras sekali karena dicetak pakai printer, dan ada tanda BI putus-putus, dan ketika diterawang kelihatan tanda BI di bawah nominal uang," kata dia.

Menurut Yuwono, pada 2013 peredaran uang palsu di Bengkulu meningkat dibandingkan dengan uang palsu yang ditemukan dua tahun terakhir.

"Pada 2013, upal nominal 100 ribu ditemukan sebanyak 118 lembar, nominal 50 ribu 35 lembar, sedangkan pada 2012 kami temukan masing-masing uang 17 lembar," kata dia.

Kepala BI Perwakilan Bengkulu itu meminta kepada masyarakat agar melaporkan ke BI maupun yang berwajib jika menemukan uang palsu.

"Jangan takut untuk melaporkan, malah kita sangat berterima kasih sekali karena mendapatkan informasi dan data untuk ditindaklanjuti, tidak mungkin polisi mengatakan masyarakat mengedarkan upal ketika uang yang ditemukan cuma satu atau dua lembar," kata Yuwono.

Selain itu dia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi ekonomi.

"Kalau transaksi kita harap di tempat terang atau di bawah cahaya lampu yang memadai, karena biasanya uang palsu disebarkan pada kondisi kurang cahaya dan pada malam hari agar menyamarkan uang tersebut," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang palsu

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top