Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyelenggaraan UN 2014 Sedot Anggaran Rp570 Miliar

Pemerintah tahun ini menganggarkan dana Rp570 miliar untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2014/2015, yang akan diikuti oleh 7.157.218 siswa dari tingkat SMA/sederajat, SMP/sederajat, SMK, dan peserta Paket A, B, dan C.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 24 Februari 2014  |  16:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah tahun ini menganggarkan dana Rp570 miliar untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2014/2015, yang akan diikuti oleh 7.157.218 siswa dari tingkat SMA/sederajat, SMP/sederajat, SMK, dan peserta Paket A, B, dan C.

“Jangan dilihat besar dana yang dikeluarkan oleh pemerintah. Soalnya anggaran tersebut termasuk untuk biaya penggandaan naskah soal UN, biaya pendistribusian ke tiap provinsi pelaksana ujian, biaya pengawasan, dan lainnya. Kalau dihitung dari Rp570 miliar dibagi 7.157.218, setiap siswa yang ikut UN biayanya sekitar Rp80.000,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di Jakarta, Senin (24/2/2014).

Mendikbud menuturkan untuk mencetak naskah soal UN ini sudah terpilih 5 perusahaan percetakan. Pada hari ini juga sudah diteken kontrak kerja samanya dan diberikan master soal ujian kepada mereka.

Dalam pelaksanaan UN 2014/2015 ini, lanjutnya, dibagi dalam 8 regional. Regional satu untuk Provinsi Sumatra Utara, Aceh, Riau, dan Sumatra Barat. Untuk regional dua mencakup Sumatra Utara, Bagka Belitung, Bandar Lampung, dan Bengkulu.

Regional tiga yakni DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara, serta regional empat meliputi Jawa Barat.

Untuk regional lima adalah Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Regional enam untuk Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tenggara.

Adapun regional tujuh adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Terakhir, regional delapan yakni  Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Mendikbud menjelaskan pembagian regional ini untuk memudahkan dalam pelaksanaan pendistribusi naskah soal ujian nantinya.

Total naskah soal UN yang digandakan mencapai sekitar 547,6 juta lembar. Biaya penggandaan soal ini sekitar Rp88,6 miliar.

Biaya untuk masing-masing regional mulai dari terkecil sekitar Rp6,6 miliar, dan tertinggi sebesar Rp17 miliar, tergantung dari banyaknya penggandaan soal, dan jumlah peserta yang mendaftar ke tiap regional.

Untuk regional satu, tambah Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Dadang Sudiyarto, mencetak sebanyak 80 juta halaman. Regional dua mencetak 34 juta lembar, regional tiga mencetak 86 juta lembar, region empat mencetak 91 juta lembar.

Untuk regional lima mencetak 75 juta lembar, regional enam mencetak 97 juta lembar, regional tujuh mencetak 36,3 juta lembar, dan regional delapan mencetak 48,3 juta lembar naskah soal.

Kelima perusahaan percetakan pemenang tender pencetakan naskah soal UN tersebut adalah PT Karya Kita, yang menangani soal untuk regional satu. PT Temprima Media Grafika, menangani regional dua, regional tujuh, dan regional delapan.

PT Jasuindo Tiga Perkasa, menangani regional tiga, dan regional enam. PT Mascom menangani soal untuk regional lima. Terakhir PT Balebat akan menangani soal untuk regional empat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ujian nasional
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top