Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS-China Sepakat Kerja Sama Pertukaran Militer

AS optimis bisa menurunkan tensi ketegangan dengan China setelah terjalin kesepakatan pertukaran militer antar dua negara besar ekonomi dunia itu.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 24 Februari 2014  |  09:38 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, BEIJING - AS optimis bisa menurunkan tensi ketegangan dengan China setelah terjalin kesepakatan pertukaran militer antar dua negara besar ekonomi dunia itu.

Panglima US Army Ray Odierno mengatakan dirinya telah melakukan dialog yang jujur dan penting dengan rekan dari China untuk memantapkan dialog mendalam militer kedua negara.

"Ini tentang memperluas kerja sama, dan sejujurnya, mengatur kompetisi. Kami ingin memperluas kerja sama kami pada level yang lebih tinggi, memperdalamnya di area kepentingan bersama dan memanajemen pelbagai perbedaan kami secara konstruktif," tutur Odierno seperti dikutip Reuters, Minggu waktu setempat (23/2/2014).

Dia meyakini AS memiliki banyak kesamaan, tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dengan militer China. Oleh karenanya, sangat penting untuk membangun kepercayaan dan pemahaman antara militer kedua negara.

Sebelumnya, China dan AS secara bilateral banyak bersitegang di kawasan Asia Pasifik, terutama ketika AS mendukung Taiwan sebagai negara merdeka, sedangkan China masih menganggapnya salah satu provinsi di bawah komando Beijing.

Hal ini membuat militer kedua negara melakukan kontak beberapa kali, yang menimbulkan ketakutan akan timbulnya konflik karena minimnya komunikasi dua pihak itu.

"Membangun hubungan baik, ketika Anda dapat menelpon rekan itu [Panglima Militer China], mampu membangun kepercayaan diri satu sama lain sangat membantu menyelesaikan potensi masalah dan miskalkulasi," jelasnya.

Odierno juga menolak pernyataan salah satu pejabat senior intelijen AL AS yang mengatakan kepada pers, saat ini China sedang melatih pasukan untuk mampu menghajar Jepang dengan serangan yang 'cepat nan efektif' di Laut China Selatan.

Dia menuturkan dirinya tidak melihat adanya indikasi semacam itu sama sekali. Militer AS, tutur Odierno, menekankan pada pentingnya dialog dan diskusi antara Jepang dan China mengenai polemik pengakuan pulau-pulau kecil diantara kedua negara.

Odierno juga berharap kunjungan Menteri Pertahanan AS pada April nanti bisa mempercepat perkembangan hubungan militer China-AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china militer as

Sumber : Newswire

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top