Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Google Earth Digugat Perusahaan Asal Jerman

Google Inc. digugat oleh firma arsitektur Jerman, karena diduga melanggar paten atas teknologi yang memungkinkan pengguna mendapatkan gambar bumi dari luar angkasa.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 24 Februari 2014  |  16:50 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, WILMINGTON - Google Inc. digugat oleh firma arsitektur Jerman, karena diduga melanggar paten atas teknologi yang memungkinkan pengguna mendapatkan gambar bumi dari luar angkasa.

Bloomberg melansir Jumat (21/2/2014), perusahaan bernama Art+Com menuding aplikasi Google Earth milik Google melanggar paten mereka. Aplikasi itu membuat pengguna Google mendapatkan citra bumi secara langsung lewat pengamatan satelit.

Dalam berkas gugatannya yang diserahkan ke pengadilan di Wilmington, Delaware, AS, penggugat mengatakan pelanggaran terjadi karena Google Earth bisa diunduh oleh pengguna Google. Selain itu, Google menyediakan petunjuk penggunaan yang bisa diakses lewat Internet oleh pengguna.

Art+Com memunyai teknologi yang menyediakan citra luar angkasa yang menjadi basis sistem Terravision mereka. Terravision disebutkan sebagai penggambaran virtual atas bumi yang didasarkan pada citra satelit, foto, serta data arsitektur dan ketinggian.

Penggugat mengklaim pernah ada pembicaraan antara mereka dengan perwakilan Google mengenai kemungkinan penjualan paten itu pada 2006. Selain Google Earth, aplikasi yang dipermasalahkan juga mencakup Google Earth Pro dan Google Earth Enterprise.

Juru bicara Google Matt Kallman mengatakan pihaknya tidak akan berkomentar atas gugatan ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top