Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ACT Antar Genteng untuk Korban Kelud

Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan 100.000 genteng pada Sabtu (22/2/2014) ke Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.nn
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 22 Februari 2014  |  18:14 WIB
Gunung Kelud, abu vulkanik - Antara
Gunung Kelud, abu vulkanik - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan 100.000 genteng pada Sabtu (22/2/2014) ke Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Distribusi tersebut merupakan tahap pertama dari total bantuan awal sebanyak 210.000 genteng untuk desa yang terkena lontaran material Kelud.

“Kalau satu lembaga saja bisa mendukung, puluhan lembaga lainnya, bersama instansi pemerintah setempat dari RT hingga bupati, pasti segera bisa memulihkan kerusakan fisik pasca erupsi Kelud,” ujar M. Insan Nurrohman, Vice Presiden ACT Foundation, melalui siaran pers, Sabtu (22/2).

Selain pendistribusian untuk warga di dua desa ini, ACT bersama warga masih melanjutkan pendataan memastikan jumlah genteng yang diperlukan. Tim ACT merencanakan akan membantu genteng untuk pemulihan fasilitas umum seperti Kantor Kelurahan dan masjid.

Data Kecamatan Puncu menyebutkan di Desa Satak terdapat 615 unit rumah rusak berat, 330 unit rumah rusak ringan. Selain itu, Desa Asembangun terdapat rumah rusak berat 1755 unit dan sedang 505 rumah.

Untuk Desa Puncu, ada rumah rusak berat 1733 unit rumah rusak berat dan 433 rumah rusak ringan.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung kelud
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top