Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan AS dan Finlandia Musnahkan Senjata Kimia Suriah

Lembaga Pengawas Senjata Kimia Internasional telah memilih dua perusahaan dari Amerika Serikat dan Finlandia untuk membantu pemusnahan senjata kimia Suriah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Februari 2014  |  05:30 WIB
Dewan Keamanan dengan suara bulat mengadopsi resolusi tentang menjaga dan menghancurkan persediaan senjata kimia Suriah. (27/9/2013)  - un.org
Dewan Keamanan dengan suara bulat mengadopsi resolusi tentang menjaga dan menghancurkan persediaan senjata kimia Suriah. (27/9/2013) - un.org

Bisnis.com, DEN HAAG - Lembaga Pengawas Senjata Kimia Internasional telah memilih dua perusahaan dari Amerika Serikat dan Finlandia untuk membantu pemusnahan senjata kimia Suriah.

Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengatakan bahwa perusahaan Finlandia, Ekokem, akan memusnahkan bahan-bahan senjata kimia serta sisa-sisa kegiatan penghancuran di atas kapal AS.

Anak perusahaan Perancis Veolia Environment di AS dipilih dari 14 peserta tender dari seluruh dunia untuk memusnahkan sisa-sisa kimia, kata OPCW dalam sebuah pernyataan.

"Kesimpulan proses ini menunjukkan langkah penting menuju pemusnahan senjata kimia Suriah secara penuh berdasarkan kerangka waktu yang telah disepakati," tambahnya, Jumat (14/2/2014).

Senjata-senjata kimia Suriah saat ini secara perlahan-lahan meninggalkan negara tersebut, diangkut dengan kapal-kapal perang negara-negara Barat.

Dari kapal-kapal itu, persenjataan akan dipindahkan ke kapal AS untuk diubah menjadi lumpur atau diserahkan ke perusahaan-perusahaan yang telah setuju akan menghancurkan kimia-kimia lainnya.

Tender untuk membantu pemusnahan keseluruhan senjata kimia Suriah sesuai tenggat tanggal 30 Juni datang dari berbagai perusahaan, termasuk Airbus dari Prancis, National Chemical Corporation dari China, Dottikon dari Swiss dan Paragon Waste Solutions yang berpusat di AS.

Jerman mengatakan pada Januari bahwa pihaknya akan membantu memusnahkan sisa-sisa kimia Suriah yang sudah dinetralisir sementara Inggris mengatakan bulan Desember pihaknya akan memusnahkan 150 ton kimia industrial.

OPCW dan Amerika Serikat berpartipasi dalam misi gabungan yang mengawasi pemusnahan dari program senjata kimia Suriah di bawah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang disahkan tahun lalu.

OPCW mengatakan biaya pemusnahan bahan-bahan kimia itu sendiri akan mencapai antara 25 dan 30 juta Euro (Rp400-480 triliun)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

senjata kimia
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top