Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sejumlah investor Asing di Jabar Bersiap Hengkang

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menilai beberapa perusahaan asing di daerah itu bersiap hengkang ke luar negeri menyusul akumulasi beban yang didapat belakangan ini.

Bisnis.com, BANDUNG—Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menilai beberapa perusahaan asing di daerah itu  bersiap hengkang ke luar negeri menyusul akumulasi beban yang didapat belakangan ini.

Ketua Apindo Jabar Dedy Widjaja mengatakan akumulasi yang didapat pengusaha asing itu berupa rencana penaikan tarif dasar listrik (TDL), upah minimum kabupaten/kota (UMK), serta lainnya.

“Apalagi pada bulan Mei ini pemerintah akan mencabut subsidi listrik bagi industri menjadi pertimbangan mereka untuk segera hengkang,” katanya kepada Bisnis.com, Jumat (14/2/2014).

Menurutnya, perusahaan asing yang berasal dari Korea misalnya, akan hengkang ke Kamboja, Vietnam, dan Bangladesh karena upah di kawasan itu masih rendah.

Apindo menjelaskan rata-rata produksi pengusaha asing itu buyernya ekspor, jadi tidak lokal sehingga mereka lebih baik hengkang ke luar negeri.

“Mereka itu pasarnya ekspor, buka domestik. Jadi, lebih baik hengkang ke luar negeri daripada masih di kawasan Indonesia,” katanya.

Adapun, pengusaha lokal dipastikan hengkang ke wilayah Jabar timur seperti Majalengka karena upahnya yang masih rendah.

“Pengusaha lokal tidak akan hengkang ke luar, karena mereka pasarnya domestik. Kalau ke luar pasti ongkosnya juga makin mahal.”

Sementara itu, PT Maruki International Indonesia yang bergerak dalam bidang manufaturing, trading (ekspor-impor), dan wood processing membidik area Eropa Timur untuk memperluas ekspansi pasar produk TPT.

General Manager Maruki International Husba Phada mengungkapkan pihaknya tentu tidak dapat memanfaatkan pasar ekspor yang sudah ada sejak lama seperti Amerika Serikat atau Uni Eropa.

"Nilai ekspor TPT memang tetap positif, namun kondisi global yang tidak stabil membuat perusahaan tidak dapat mengandalkan pasar ekspor pada area yang sama. Oleh karena itu, perusahaan tekstil harus berlomba membidik pasar area yang baru salah satunya Eropa Timur," ujarnya.

Ekspor TPT Indonesia ke AS dan Uni Eropa memang dinilai lebih besar dibandingkan ke negara Jepang, Timur Tengah, dan negara ASEAN lainnya.

Ekspor TPT pada 2013 lalu tercatat mencapai sekitar US$13,3 miliar atau naik sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pada 2014 ini, diprediksi nilai ekspor dapat mencapai US$ 14,4 miliar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper