Pacu Omzet Penyembelihan Sapi, RPH Malang Gandeng Feedloters

Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Jawa Timur, menggandeng perusahaan penggemukan sapi dan asosiasi peternak sapu kereman untuk meningkatkan omzet penyembelihan.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 Februari 2014  |  15:07 WIB

Bisnis.com, MALANG—Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Jawa Timur, menggandeng perusahaan penggemukan sapi dan asosiasi peternak sapu kereman untuk meningkatkan omzet penyembelihan.

Direktur RPH Kota Malang Djoko Sudadi mengatakan saat ini omzet penyembelihan sapi di fasilitas tersebut relatif kecil, hanya 35 ekor/hari, jauh dari kapasitasnya yang mencapai 200 ekor/hari.

“Di samping itu, kerja sama tersebut memenuhi ketentuan pemerintah bahwa daging yang dipasok dari perusahaan penggemukan sapi dan asosasi peternak sapi kereman harus memenuhi aman, sehat, utuh, dan halal (Asuh),” katanya, Senin (10/2/2014).

Perusahaan penggemukan yang sekaligus eksportir sapi pedaging, yakni PT Sapindo dan PT Agrisatwa Kencana, Kab. Malang, serta PT Agro Fauna Kertosari Mojojari, Mojokerto.  

Adapun asosiasi peternak sapi kereman, ada tiga asosiasi. Penandatanganan nota kesepahaman dilangsungkan pada akhir Januari dan awal Februari 2014.

Dengan bergabungnya perusahaan penggemukan sapi, maka pasokan sapi untuk disembelih di RPH Kota Malang cukup banyak.

Sebagai gambaran, PT Sapindo bisa mendatangkan sapi sampai 10.000 ekor/3 bulan. “Jadi izin impor berlaku 3 bulan. Mereka bisa memanfaatkan sebanyak empat kali dalam setahun, bisa pula hanya satu kali, terserah perusahaan tersebut,” ujarnya.

Yang jelas, dengan gambaran satu perusahaan mendatangkan sapi sebanyak 10.000 ekor/3 bulan, maka angka penyembelihan sapi bisa mencapai ribuan ekor per hari dengan asumsi semua perusahaan penggemukan sapi yang telah bekerja sama menyembelihkan sapi di RPH Kota Malang.

RPH Kota Malang berhak menangani penyembelihan sapi milik perusahaan penggemukan sapi karena sudah memenuhi unsur Asuh. Sistem penyembelihan di RPH tersebut juga sudah memenuhi animal welfare atau tidak menyiksa binatang.

Hal itu bisa terjadi karena RPH tersebut telah direvitalisasi dengan mendapatkan bantuan peralatan dari Kementerian Pertanian sebesar Rp2,515 miliar pada tahun lalu.

Bantuan tersebut berupa ruang pelayuan, ruang filling dan boning, air blast, cold storage,  mobil truk pendingin, genset, dan  meja boning, serta perlatan lainnya.

Dengan peralatan tersebut, maka RPH Kota Malang bisa memproduksi daging beku.

Omzet penyembelihan di RPH Kota Malang saat ini, yakni 35-38 ekor  sapi/hari, 50 ekor kambing/hari, dan 25 ekor babi/hari dengan perkiraan laba  Rp200 juta/tahun.

“Masih sangat kecil. Dengan kerja sama tersebut, maka diharapkan bisa didongkrak,” katanya.

Seperti diberitakan, pemerintah tengah menyiapkan anggaran Rp62,5 miliar untuk merevisi 23 RPH.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penggemukan sapi, rph

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top