Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Tekstil Lesu, Perekonomian Jateng Melambat

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 2013 diperkirakan melambat dipengaruhi pelambatan ekspor khususnya tekstil dan produk tekstil (TPT)
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 04 Desember 2013  |  17:31 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 2013 diperkirakan melambat dipengaruhi pelambatan ekspor khususnya tekstil dan produk tekstil (TPT).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Sutikno menyatakan gejolak ekonomi global memberi dampak perekonomian Jateng dengan bukti pelambatan pertumbuhan ekonomi triwulan III hanya 5,9% sementara tahun lalu 6,3%.

"Penyebabnya sektor eksternal khususnya ekspor yang melambat sejalan dengan ekonomi global yang belum mengalami perbaikan signifikan," ujarnya dalam pertemuan perbankan Jateng-DIY, Rabu (4/12/2013).

Sesuai data BPS Jateng, produk tekstil dan barang tekstil menjadi komoditas penyumbang nilai ekspor terbesar periode Januari-September 2013 mencapai US$1,447 juta lebih tinggi dari periode tahun lalu hanya US$1,296 juta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Petrus Edison Ambarura berharap pelambatan ekonomi nasional dan lokal bisa disikapi positif pengusaha terutama eksportir untuk menggenjot pengiriman.

Menurut dia, produk ekspor Jateng yang potensial seperti tekstil, garmen, produk kayu dan mineral diharapkan kinerjanya lancar sehingga volume produksi bertambah untuk pasar luar negeri.

"Selama ini penyumbang ekspor dominan masih dari TPT dan furnitur sehingga kedua komoditas ini akan mendapat perhatian dan dorongan semakin maju dalam perdagangan luar negeri," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi jawa tengah industri tpt ekspor tekstil
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top