Inflasi Sumut : Tahun Ini Diprediksi Dekati 11%

Angka inflasi Sumatra Utara sepanjang 2013 diprediksi bakal mendekati angka 11%, jauh melonjak dari angka inflasi tahun lalu yang mencapai 3,86%.
Sukirno | 02 Desember 2013 16:37 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Angka inflasi Sumatra Utara sepanjang 2013 diprediksi bakal mendekati angka 11%, jauh melonjak dari angka inflasi tahun lalu yang mencapai 3,86%.

Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut Mikael Budisatrio mengatakan tersisanya waktu 1 bulan pada tahun ini diprediksi inflasi bakal jauh melebihi angka inflasi tahun lalu.

Menurutnya jika Desember 2013 tidak terjadi deflasi, dimungkinkan Sumut akan mengalami inflasi yang cukup besar. "Sekarang saja sudah 10,16%, mudah-mudahan hingga akhir tahun masih di bawah 11%," ungkapnya, Senin (2/12/2013).

Dia mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, angka inflasi Sumut telah menembus angka 10% pada November 2013. Angka inflasi komulatif tertinggi tercatat di Pematangsiantar sebesar 11,33%.

Inflasi masing-masing kota antara lain di Medan sebesar 0,61%, Pematangsiantar 1,39%, Sibolga 0,03%, dan Padangsidimpuan 0,99%. Dengan demikian Sumut pada November 2013 mengalami inflasi sebesar 0,68%.

Terjadinya inflasi pada November 2013, menyebabkan laju inflasi komulatif masing-masing Medan 10,17%, Pematangsiantar 11,33%, Sibolga 9,26%, dan Padangsidimpuan 8,31%.

Begitu pula laju inflasi year on year masing-masing antara lain Medan 10,70%, Pematangsiantar 12,58%, Sibolga 10,09%, dan Padangsidimpuan 8,89%. Sementara itu, inflasi year on year untuk Sumut sebesar 10,78%.

"Jika dilihat year to date, Medan nomor 3 inflasi tertinggi, tinggal 1 bulan lagi, Medan bisa tertinggi ketiga di Indonesia," paparnya.

Adapun untuk 2014 mendatang, TPID memprediksi angka inflasi Sumut akan mencapai 4,5% plus minus 1%. Namun, perlu disadari gejolak harga diperkirakan masih cukup tinggi hingga 2014.

Untuk itu, dia berharap gejolak harga kebutuhan penyebab inflasi dapat berkurang pada 2014 mendatang. Pasalnya, harga bahan bakar minyak (BBM) kemungkinan tidak akan naik, Pemilu juga diprediksi tidak akan menimbulkan gejolak harga.

Adapun situasi bencana terutama akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo tetap perlu diwaspadi. Wilayah Karo merupakan pusat pasokan sayur dan buah yang menjadi salah satu komponen inflasi.

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut Gunawan Benjamin mengatakan erupsi Gunung Sinabung masih menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya laju tekanan inflasi di Sumut.

Kelangkaan gas sebelumnya akibat kenaikan harga pada gas ukuran 12 Kg juga sempat membuat kenaikan harga yang menyulut laju tekanan inflasi. Sementara itu, menjelang perayaan keagamaan di bulan-bulan menjelang akhir tahun juga menyulut inflasi untuk sektor angkutan udara.

Kenaikan laju inflasi sebelumnya juga mengakibatkan kenaikan biaya ongkos tukang yang sesuai dengan prediksi sebelumnya. Laju tekanan inflasi di Sumut sudah diperhitungkan akan lebih dari 10% dan kurang dari 11%.

"Hingga akhir tahun inflasi Sumut diyakini akan lebih dari 10%. Ada Natal dan tahun baru yang akan menjadi penyumbang inflasi tinggi pada Desember mendatang," ungkapnya.

Dia menjelaskan erupsi Gunung Sinabung harus diwaspadai, akibat erupsi tersebut komponen pembentuk inflasi akan tercipta khusunya dari produk pangan hortikultura. Hal lain yang perlu diwaspadai adalah tekanan dari pelemahan mata uang rupiah yang bisa meyebabkan Sumut mengalami tekanan inflasi yang lebih buruk pada Desember.

Secara keseluruhan, sambungnya, meskipun Sumut masih mampu mencetak laju pertumbuhan ekonomi, namun laju inflasinya jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonominya. Bahkan dia memprediksi bisa dua kali lipat.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Sumut dapat dikatakan melambat atau negatif," jelasnya.

Kinerja TPID, kata dia, tidak sebaik pada tahun lalu. Dia menilai prestasi yang pernah ditorehkan TPID mengalami penurunan. Jika tahun lalu TPID memperoleh penghargaan sebagai TPID yang mampu mengendalikan inflasi rendah, pada tahun ini penghargaan tersebut tidak mampu dipertahankan.

Menurut dia, secara keseluruhan Sumut mengalami masa sulit pada 2013 ini. Ada beberapa faktor non ekonomi yang tidak bisa dikendalikan oleh TPID. Semua pihak dinilai harus belajar dari pengalaman buruk ini, dan harus tetap fokus untuk terus mengembangkan infrastruktur pendukung logistik di Sumut.

"Secara keseluruhan tingkat kemiskinan dan pengangguran masih belum mampu dikurangi. Meroketnya laju tekanan inflasi masih berpeluang terjadi di awal tahun, salah satunya adalah kenaikan gaji para buruh yang akan membuat inflasi di awal tahun sulit untuk dijinakkan," tegasnya.

Tag : inflasi sumut
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top