Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

WTO Segera Tuntaskan Negosiasi Proposal Paket Bali

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bahwa negosiasi Proposal Paket Bali oleh negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) di Jenewa telah memasuki memasuki babak akhir.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 20 November 2013  |  19:10 WIB
WTO Segera Tuntaskan Negosiasi Proposal Paket Bali
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan negosiasi Proposal Paket Bali oleh negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) di Jenewa telah memasuki memasuki babak akhir.

"Soal WTO, sudah masuk detik terakhir negosiasi, dalam beberapa hari akan tuntas," kata Gita seusai menghadiri pembukaan Pameran CRAFINA 2013, Rabu (20/11).

Gita menjelaskan adanya optimisme yang semakin baik dan meningkat dari proses negosiasi yang akan menghasilkan Proposal Paket Bali yang nantinya diharapkan disepakati menjadi Paket Bali pada Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-9 di Bali, Desember mendatang.

Menurut Gita, dari tiga poin yang dibahas dalam Proposal Paket Bali berupa berupa fasilitasi perdagangan, pertanian, dan isu-isu pembangunan termasuk kepentingan negara-negara baru berkembang (least developed countries) tersebut sudah ada pengerucutan.

"Sudah mengerucut, namun masih ada satu atau dua hal yang masih harus dijembatani antara negara berkembang dan negara maju," kata Gita.

Dalam perkembangan terakhir lalu, perdebatan terkait isu pertanian didukung oleh India yang merupakan pelopor dari negara berkembang dengan mengusung Paket G33 yang diketuai oleh Indonesia.

Sementara itu, pembahasan poin lain yang terdapat dalam Paket Bali terkait dengan LDCs, dua pokok bahasan terkait dengan 'service waiver' dan 'rules of origin' sudah terselesaikan dari total kurang lebih empat hingga lima pokok bahasan.

Terkait dengan beberapa poin LDCs yang belum terselesaikan, ada beberapa negara yang masih belum sepakat, meskipun Indonesia telah menyepakatinya.

Sementara terkait dengan fasilitasi perdagangan (Trade Facilitation/TF), jumlah poin-poin yang awalnya masih belum disepakati sebanyak kurang lebih 700 poin pada bagian I, namun saat ini sudah berkurang jauh dari angka tersebut.

Sebelumnya, pada Senin (18/11), Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo, mengatakan bahwa dari kurang lebih sebanyak 700 poin-poin pada bagian I soal TF tersebut, saat ini hanya tinggal 96 saja yang belum terselesaikan.

Iman menjelaskan para negosiator di Jenewa saat ini sudah realistis, tidak semua kepentingan akan terakomodir, tapi kepentingan tersebut harus diupayakan karena tidak bisa dikatakan bahwa kepentingan itu tidak perlu diakomodir.

"Bahkan dalam beberapa isu akan dibawa menjadi deklarasi politik atau pernyataan politik di Bali mendatang," kata Iman.

Indonesia sendiri tengah bersiap diri untuk menjadi tuan rumah KTM WTO ke-9, yang akan berlangsung pada 3 - 6 Desember 2013 di Nusa Dua, Bali, dan akan dihadiri oleh para menteri yang membidangi perdagangan dari 159 negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gita wirjawan Sidang WTO kemendag

Sumber : Antara

Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top