Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PT Pos Cabang Balikpapan Bukukan Pendapatan Rp15,412 Miliar

PT Pos Indonesia Cabang Balikpapan membukukan pendapatan hingga Oktober mencapai Rp15,412 miliar atau 64,32% dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp23,96 miliar.

Bisnis.com, BALIKPAPAN - PT Pos Indonesia Cabang Balikpapan membukukan pendapatan hingga Oktober mencapai Rp15,412 miliar atau 64,32% dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp23,96 miliar.

Manager Pemasaran PT Pos Indonesia Cabang Balikpapan Baihaqi mengatakan pendapatan dari jasa pengiriman barang masih mendominasi komposisi penerimaan yakni sebesar Rp10,64 miliar atau 69% dari realisasi pendapatan. Adapun, sisanya berasal dari pendapatan dari jasa keuangan dan jasa usaha pos lainnya.

“Memang dari pendapatan masih banyak berasal dari pengiriman surat dan barang. Nantinya, kami harapkan porsi pendapatan dari jasa lainnya juga bisa meningkat,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (14/11/2013).

Adanya momen Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu pemicu peningkatan jumlah pengiriman paket pada akhir tahun. Hanya saja, angka pertumbuhannya berkisar antara 10%-15% lebih rendah dibandingkan dengan periode Lebaran yang bisa mencapai 25%.

Kendati demikian, dua bulan sisa di tahun ini kemungkinan akan cukup berat untuk mengejar realisasi target yang telah ditetapkan.

Baihaqi mengaku angka realisasi target yang mungkin bisa dikejar berkisar antara 90%-95% dari target.

“Kecuali kalau pada Natal, pertumbuhan pengiriman barang bisa lebih tinggi dari kebiasaan,” katanya.

Dia mengungkapkan beberapa hal yang diperbaiki untuk mengejar realisasi target tersebut yakni dengan menambah tenaga pemasaran khusus untuk korporat.

Baihaqi menyebutkan porsi pendapatan dari jasa pengiriman barang dan surat segmen korporat baru mencapai 30% dari capaian Rp10,64 miliar.

Seharusnya, kata dia, penerimaan pendapatan dari jasa pengiriman barang dan surat segmen korporat menguasai 70% dari komposisi penerimaan tersebut.

“Karena memang kekurangan tenaga pemasaran, jadi masih banyak yang retail. Nanti perlahan akan membaik seiring dengan penambahan yang sudah dilakukan,” tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nurbaiti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper