Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Astaga! Pemilik Apartemen Temukan Mayat Tergantung Sejak 8 Tahun Lalu

Seorang pemilik apartemen dekat kota Paris terkejut saat mendapati sesosok mayat yang tergantung di sebuah kamar bangunan itu sejak 8 tahun lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Oktober 2013  |  09:05 WIB
Astaga! Pemilik Apartemen Temukan Mayat Tergantung Sejak 8 Tahun Lalu
/thelocal.fr

Bisnis.com, JAKARTA—Seorang pemilik apartemen dekat kota Paris terkejut saat mendapati sesosok mayat yang tergantung di sebuah kamar bangunan itu sejak 8 tahun lalu.

Mayat bernama Thomas Ngin, seorang aparat keamanan yang diduga pelaku aksi bunuh diri itu, ditemukan dalam keadaan utuh meski sudah tergantung sejak 2005, menurut media lokal Le Parisien sebagaimana dikutip situs berita thelocal.fr, Kamis (24/10/2013).

Hal nyata yang sulit untuk dipercaya adalah keberadaan mayat tersebut tidak terungkap sampai proses lelang atas apartemen yang berada di kawasan Bussy-Saint-Georges itu selesai.

Ngin, seorang imigran asal  Kamboja yang mengakhiri hidupnya dalam usia 42 tahun tersebut, dilaporkan dipecat dari pekerjaannya. Sebelum bunuh diri, pria itu masih mengajukan gugatan hukum ke pengadilan atas pemecatan dirinya.

Saat meninggal pria itu dilaporkan tengah terbebani berbagai tagihan jasa asuransi dan rekening listrik, menurut Le Parisien.

Sebelum meninggal, Ngin memutuskan seluruh hubungan telepon dengan dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuannya di pinggir kota Val d’Oise.

Dia sebelumnya tinggal dengan salah seorang saudara lelakinya, tetapi karena sering bertengkar, Ngin pindah ke kawasan Bussy-Saint-Georges dan hidup sendiri pada 2001.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bunuh diri paris

Sumber : www.thelocal.fr

Editor : John Andhi Oktaveri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top