Daya Beli Petani di Sulsel Naik, Ini Indikatornya

Bisnis.com, MAKASSAR--Tingkat daya beli petani di Sulawesi Selatan meningkat 0,2% selama September dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan berada di urutan delapan secara nasional.
M. Taufikul Basari | 02 Oktober 2013 09:15 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR--Tingkat daya beli petani di Sulawesi Selatan meningkat 0,2% selama September dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan berada di urutan delapan secara nasional.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada September, nilai tukar petani (NTP) Sulsel berada pada 106,16 atau naik 0,2% dibandingkan posisi Agustus.

NTP adalah salah satu indikator kemampuan/daya beli petani di perdesaan yang diambil dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani.

"Hal ini disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," jelas Kepala BPS Sulsel Nursam Salam, Selasa (1/10/2013).

Indeks harga yang diterima petani menunjukkan fluktuasi beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada subsektor tanaman perkebunan naik 1,24% dan subsektor peternakan naik 043%.

Adapun untuk subsektor padi dan palawija mengalami penurunan 0,06%, subsektor hortikultura turun 1,33%, dan sub sektor perikanan turun 0,78%.

Sementara itu harga-harga barang di perdesaan mengalami deflasi 0,22%, didorong penurunan harga pada kelompok bahan makanan (-0,5%) dan kelompok perumahan sebesar -0,1%.

Nursam menuturkan, jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, NTP Sulsel pada September 2013 berada di urutan kedelapan setelah Lampung, Yogyakarta, Banten, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Bali, dan Jateng. (ltc)

Tag : bps, sulsel, petani, ntp, bps sulsel
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top