Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Rel Kereta Rantau Prapat-Muaro Tak Diminati Investor

Bisnis.com, PEKANBARU - Proyek pembangunan rel kereta api strategis dari Rantau Prapat-Dumai-Duri-Teluk Kuantan-Muaro senilai US$3,78 miliar masih belum juga diminati investor hingga sekarang.
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 25 September 2013  |  16:58 WIB
Proyek Rel Kereta Rantau Prapat-Muaro Tak Diminati Investor
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU - Proyek pembangunan rel kereta api strategis dari Rantau Prapat-Dumai-Duri-Teluk Kuantan-Muaro senilai US$3,78 miliar masih belum juga diminati investor hingga sekarang.

Yanuar, Kepala Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup (Bidang III) dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Provinsi Riau mengatakan belum ada investor baik dari lokal maupun asing yang menunjukkan minatnya terhadap proyek ini.

“Kami belum dapat info ada siapa BUMN yang mau, apalagi dari investor asing,” ujarnya ketika ditemui Bisnis di kantornya, Rabu (25/9/2013).

Yanuar mempertanyakan keseriusan pemerintah pusat terutama Bappenas untuk membangun rel kereta api yang masuk skema kerja sama pemerintah-swasta itu (Public Private Partnership/PPP). Apalagi, rencana bangun rel kereta api ini sebenarnya sudah lama sekali.

“Rencananya mungkin sejak 2005. Kalau pusat mau serius ingin bangun kereta api di Riau, mestinya kami dipanggil khususlah,” ujarnya.

Berdasarkan PPP Book Bappenas 2012, proyek pembangunan rel kereta api yang akan melintasi Sumatra Utara, Riau, hingga Sumatra Barat ini membutuhkan investasi hingga US$3,78 miliar. Rencananya, proyek ini ditender 2014 dan ditargetkan beroperasi 2019.

Rel kereta api tersebut akan menghubungkan Rantau Prapat-Duri-Dumai-Teluk Kuantan-Muaro sepanjang 246 kilometer. Dengan dibangunnya rel kereta api ini, diharapkan bisa menyediakan transportasi yang lebih efisien untuk angkutan barang, terutama sawit dan batu bara.

“Kalau perlu ya bisa angkut barang dan orang juga,” tambah Yanuar.

Menurutnya, kebutuhan rel kereta api yang akan digunakan untuk mengangkut sawit dan batu bara itu, sudah sangat mendesak. Pasalnya, saat ini hasil bumi tersebut diangkut oleh kendaraan berat yang mengakibatkan jalan provinsi yang dilaluinya jadi rusak. (Aang Ananda Suherman/K18)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek ppp Dumai rel kereta api rantau prapat duri muaro
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top