Klise, Potensi Pariwisata Jabar Terganjal Infrastruktur

Bisnis.com, BANDUNG - Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat mendesak pembenahan infrastruktur pariwisata yang mayoritas kondisinya buruk guna  mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 September 2013  |  15:53 WIB

Bisnis.com, BANDUNG - Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat mendesak pembenahan infrastruktur pariwisata yang mayoritas kondisinya buruk guna  mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.

Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno mengatakan potensi pariwisata Jawa Barat memiliki banyak keunggulan, tetapi terkendala persoalan serius terkait infrastruktur penunjang objek pariwisata. “Masalah infrastruktur ini sebaiknya mendapat perhatian serius. Di Jabar masih belum optimal,” katanya di Bandung, Rabu (11/9).

Agung mengungkapkan dalam pantauan Kadin Jabar sekitar 50% infrastruktur di Jabar yang menopang sektor pariwisata perlu mendapat perhatian, karena kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Pembenahan itu, lanjutnya, diyakini dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Jabar karena daya tarik akses dan fasilitas yang memudahkan.

Selain infrastruktur, Kadin memandang agar pariwisata Jabar memiliki ikon sebagai identitas Jabar dalam mempromosikan pariwisata. “Ikon ini memiliki makna dan peran besar yang dapat menunjukkan identitas sekaligus kekuatan untuk menarik minat para wisatawan," tegasnya.

Selanjutnya, Pemprov Jabar tinggal membenahi sejumlah sentra seni dan budaya yang berkaitan dengan pariwisata, seperti sentra produk batik tanah Pasundan mulai dari Cirebonan, Garutan, Ciamisan, dan sebagainya. “Kehadiran sentra-sentra itu sangat penting. Contoh DI Yogyakarta, betapa majunya pariwisata provinsi bersejarah itu karena adanya berbagai sentra serta ikonnya,” ujar Agung.

Kadin menilai upaya pemerintah dalam promosi pariwisata juga belum optimal, karena tidak dibarengi dengan perbaikan dan optimalisasi sektor penunjang. Seharusnya Jabar bisa unggul dengan keberagaman produk, seni, dan budaya.

Menurutnya, Kadin sudah menyusun sejumlah rencana agar potensi pariwisata Jabar bisa terdongkrak, salah satu rencana yang akan direalisasikan dalam waktu dekat adalah Bilateral Cultural Exchange atau kerjasama budaya antara Jabar dan Singapura.

Acara akan digelar di Bandung pada pekan ini yang bertujuan memajukan sekaligus mendorong potensi sektor pariwisata nasional, khususnya Jabar.

Menurutnya, peluang pariwisata Jabar sangat terbuka, khususnya Kota Bandung memiliki rute penerbangan regional ASEAN. “Kerjasama ini tidak hanya berefek positif bagi pariwisata, tetapi juga sektor lainnya. Bisa industri makanan dan busana,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Wali Kota Bandung terpilih Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah menyusun sejumlah rencana untuk mendongkrak potensi pariwisata, khususnya Kota Bandung dan sekitarnya.

Untuk tahap awal, pihaknya akan memperbaiki ruas-ruas jalan Kota Bandung yang rusak agar nyaman, serta memaksimalkan keberadaan Bandara Husein Sastranegara.

"Bandara Husein harus dibenahi karena ketika para penumpang turun dari pesawat itu harus berjalan kaki dari landasan untuk menuju ruang terminal kedatangan. Ini harus diperbaiki," tegasnya.

Selain itu, pihaknya ingin menyediakan bus wisata dua tingkat yang terbuka yang akan terparkir di setiap hotel untuk membawa para wisatawan mendatangi berbagai destinasi wisata belanja dan kuliner di Kota Bandung.

“Akan dikembangkan juga destinasi yang ramah terhadap wisatawan wanita dan anak-anak. Saya ingin menjadikan Bandung sebagai tujuan destinasi internasional," ujarnya.

Berdasarkan data BPS Jabar,  jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada Juni 2013 sebanyak 16.498 orang, turun 8,18% dibandingkan dengan Mei 2013 yang tercatat sebanyak 17.968 orang.

Adapun wisatawan yang datang melalui pelabuhan Muarajati Cirebon meningkat dari 55 orang pada Mei 2013 menjadi 142 orang pada Juni 2013 atau naik 158,18%.

Wisman terbanyak yang datang ke Jawa Barat adalah berasal dari Malaysia dan Singapura. Pada Juni 2013, wisman asal Malaysia melalui Bandara Husein Sastranegara sebanyak 10.768 orang, turun 23,57% dibandingkan dengan Mei yang mencapai 14.089 orang.

Berbeda halnya dengan wisman asal Singapura yang pada Mei 2013 tercatat 2.558 orang naik 63,57% menjadi 4.184 orang pada Juni 2013. (k6/k57)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, jawa barat, wisata jabar

Sumber : Hedi Ardhia/Wisnu Wage

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top