Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPK Perbankan di Sumut Terus Bergerak Turun

Bisnis.com, MEDAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumatra Utara dan Aceh mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Sumut kembali turun. 
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 09 September 2013  |  20:48 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumatra Utara dan Aceh mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Sumut kembali turun. 

Sejak Januari 2013, DPK perbankan Sumut selalu di bawah posisi Desember 2012 yang tercatat mencapai Rp139,77 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah IX Hari Utomo mengatakan tren penurunan DPK perbankan Sumut terjadi hingga Juli 2013, kecuali pada peride Mei 2013 yang mencapai Rp136,24 triliun ke Juni 2013 yang mencapai Rp139,77 triliun.

"Penurunan terjadi pada DPK bank konvensional. Hal ini diperkirakan karena beralihnya penempatan dana masyarakat ke bentuk investasi lain seperti emas perhiasan yang harganya mengalami penurunan sejak awal tahun," ujarnya, Senin (9/9/2013).

Pada Juni 2013, sambungnya, DPK menunjukkan peningkatan terutama pada giro. Peningkatan yang signifikan terjadi pada simpanan giro di Bank BRI dari Rp1,32 triliun pada Mei 2013 menjadi Rp2,39 triliun pada Juni 2013.

"Penurunan DPK pada Juli 2013 terutama karena adanya penurunan yang signifikan pada giro di BRI menjadi Rp1,48 triliun," ungkapnya.

DPK perbankan di Sumut, kata dia, pada Juli 2013 terjadi penurunan sebesar Rp1,83 triliun sehingga menjadi Rp137,94 triliun atau -1,31% dari bulan sebelumnya.

Kendati demikian, DPK perbankan di Sumut secara tahunan masih tercatat meningkat sebesar 4,41% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dia memperkirakan penurunan DPK tersebut bersumber dari menurunnya deposito dan giro, namun sedikit tertahan oleh masih meningkatnya tabungan.

"Hal ini diperkirakan karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat untuk konsumsi menjelang Hari Raya Idul Fitri," tegasnya.

DPK perbankan di Sumut terus menurun sejak Januari 2013 yang mencapai Rp139,33 triliun kemudian turun pada Februari menjadi Rp137,74 triliun. Pada Maret sedikit mengalami kenaikan menjadi Rp137,93 triliun, tetapi kemudian kembali menurun pada April 2013 menjadi Rp137,20 triliun.

Sementara itu, total aset perbankan di Sumut tercatat sebesar Rp190,35 triliun, turun Rp0,16 triliun atau 0,08% dari bulan sebelumnya. Sedangkan secara tahunan, total aset perbankan masih tumbuh cukup tinggi yaitu sebesar 10,69% dibandingkan Juli tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit di Sumut pada Juli 2013 menunjukkan peningkatan mencapai Rp141,89 triliun, tumbuh sebesar 1,14% dari bulan sebelumnya dan 17,65% dari tahun sebelumnya.

Dosen Institut Agama Islam Negeri Sumatra Utara Gunawan Benjamin menilai penurunan DPK perbankan di Sumut diakibatkan oleh penurunan daya beli masyarakat dan banyaknya uang kartal yang beredar di masyarakat.

"Seharusnya BI rate mampu menjadi pemanis agar dana masyarakat bisa berbalik," kata dia.

Menurutnya, penurunan DPK selama puasa dan lebaran dinilai wajar. Pasalnya terdapat kebutuhan yang tinggi untuk konsumsi sehingga investasi menjadi berkurang.

Kendati demikian, dia mengingatkan yang perlu diwaspadai adalah jika terjadi penurunan DPK yang berlanjut di bulan-bulan mendatang. Pembandingnya harus jelas, yakni dibandingkan di bulan yang sama namun tahun yang berbeda, misal Agustus 2013 bandingkan dengan Agustus 2012.

"Jangan dibandingkan antara DPK September 2013 dengan Agustus 2013, besar kemungkinan DPK nya akan berpotensi tumbuh," paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi sumut deposito dpk
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top