Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asongan Masih Jualan Di Purwokerto

Bisnis.com, JAKARTA--PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan manajemen ketat terhadap kebijakan penumpang KA maupun pelayanan di stasiun. Nyaris semua stasiun dan KA tidak ada pedagang asongan. Padahal dulu stasiun Cirebon seperti layaknya pasar
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 07 Agustus 2013  |  07:13 WIB
Asongan Masih Jualan Di Purwokerto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan manajemen ketat terhadap kebijakan penumpang KA maupun pelayanan di stasiun.

Nyaris semua stasiun dan KA tidak ada pedagang asongan. Padahal dulu stasiun Cirebon seperti layaknya pasar malam dengan pedagang asongan berhamburan masuk ke dalam gerbong kereta.  

Stasiun Cirebon paling banyak asongan waktu itu, karena tempat pemberhentian semua kereta jurusan Jakarta - Jawa atau sebaliknya.

Perjalanan Bisnis.com dari Jakarta menuju Yogyakarta menggunakan KA Taksaka mengalami hal serupa tidak menemukan pedagang asongan baik di dalam kereta maupun lingkungan stasiun Cirebon.

Namun beda cerita di stasiun besar Purwokerto masih tampak pedagang asongan dengan teriakan khas, nasi, gethuk, kopi, air mineral dan sebagainya.

Pedagang tersebut hanya meneriakkan suara dari luar gerbong, melalui pintu yang terbuka atau sengaja mengeraskan suaranya biar calon pembelinya mendengar. Sesekali nyelonong masuk di dekat toilet.

Meskipun tidak sampai masuk gerbong, tetap saja pedagang tersebut mengganggu kenyamanan penumpang yang tengah tertidur. Semoga penertiban asongan oleh PT KAI bisa dilakukan di semua stasiun.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebaran 2013 ramadan 2013 Info Mudik ka taksaka
Editor : Y. Bayu Widagdo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top