Mudik Bersama Peserta KB

Bisnis.com, JAKARTA-- Hari Raya Idulfitri 1434 H tinggal hitungan hari. Masyarakat pun mulai berduyun-duyun pulang ke kampung halaman, bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. "Mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia.
Rahmayulis Saleh | 02 Agustus 2013 11:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Hari Raya Idulfitri 1434 H tinggal hitungan hari. Masyarakat pun mulai berduyun-duyun pulang ke kampung halaman, bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. 

"Mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Mudik merupakan fenomena sosial yang kerap terjadi pada masyarakat perkotaan yang memiliki latar belakang sebagai pendatang," kata Fasli Jalal, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), saat melepas masyarakat yang ikut Mudik Bersama Peserta KB di Jakarta, Jumat (2/8/2013). 

Dalam acara Mudik Bersama Pesaerta KB ini, BKKBN menfasilitasi sebanyak 230 keluarga atau 870 orang menuju kampung halamannya masing-masing, dari lapangan parkir BKKBN Jakarta. 

Ada sebanyak 20 bus yang disiapkan BKKBN, dan akan mengantarkan pemudik dari peserta KB aktif dan terdiri atas bapak, ibu, serta dua orang anak. Peserta mudik bareng ini berasal dari wilayah Jabodetabek. 

Kota tujuan mudik mereka antara lain ke Tasikmalaya dan Cirebon, Tegal, Semarang, Purwokerto, dan Solo, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Pacitan, dan Lampung. 

"Sebagian besar [85%] dari pemudik ini adalah aksektor IUD dan implant. Sisanya akseptor pengguna KB suntik, dan pil yang dalam tahap proses ganti cara (switching) ke metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP)," ungkap Fasli. 

Dia menuturkan mudik bersama peserta KB ini merupakan upaya untuk mempertahankan keberlangsungan penggunaan KMJP oleh pasangan usia subir, supaya tidak drop out, atau ganti cara ke non-MKJP. 

"Kami berharap melalu kegiatan ini, peserta mudik bisa menjadi Family Planning Vocal Point, yaitu semacam Duta Program KKB, yang akan mempromosikan program KKB kepada keluarga lain di tempat tinggal masing-masing," ujar Fasli.  (ltc)

Tag : jalur pantura, mudik gratis
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top