Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arus Mudik dengan Kapal di Makassar Masuk Masa Puncak

Bisnis.com, MAKASSAR - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengunjungi Pelabuhan Makassar untuk memantau arus mudik penumpang yang menggunakan moda transportasi kapal laut pada Rabu (31/7/2013).
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 31 Juli 2013  |  12:36 WIB
Arus Mudik dengan Kapal di Makassar Masuk Masa Puncak

Bisnis.com, MAKASSAR - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengunjungi Pelabuhan Makassar untuk memantau arus mudik penumpang yang menggunakan moda transportasi kapal laut pada Rabu (31/7/2013).

Menurut Bambang saat ini sudah masuk masa-masa puncak mudik di Pelabuhan Makassar. "Hari ini sudah mulai peak. Saya keliling dari Makassar, nanti akan ke Sampit dan Kumai," katanya di posko siaga Pelabuhan Makassar, Rabu (31/7/2013).

Ribuan calon penumpang telah memadati Pelabuhan Makassar sejak pagi. Mereka tampak berdesak-desakan di ruang tunggu keberangkatan hingga mengular keluar.

Bambang mengatakan total pergerakan manusia pada periode mudik tahun ini diprediksi 24 juta, 55% menggunakan kendaraan pribadi dan 45% dengan angkutan umum. Dominasi masih pada perjalanan darat yang mencapai 82,2% dari total arus orang.

"Kami berharap semua opertor pelabuhan dan operator pelabuhan melayani sebaik-baiknya," katanya.

Kepada para pemudik dengan kapal Bambang berharap mereka bisa membantu kelancaran arus dengan datang tepat waktu, menjaga ketertiban, menjaga berang secukupnya, dan memathu aturan.

Terkait adanya penumpang yang tidak mendapat tempat di kapal setelah memegang tiket, Wamenhub menyatakan mereka bisa mengadu ke posko-posko yang ada di pelabuhan penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi kapal makassar mudik
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top