Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengemplang Pajak Seperti Google, Yahoo & Apple Perlu Ditindak

Bisnis.com, NEW YORK - Organisasi Kerja sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengusulkan skema penindakan strategi pengemplangan pajak yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan seperti Google Inc., Apple Inc., dan Yahoo! Inc.
Ahmad Puja Rahman Altiar
Ahmad Puja Rahman Altiar - Bisnis.com 19 Juli 2013  |  16:12 WIB

Bisnis.com, NEW YORK - Organisasi Kerja sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengusulkan skema penindakan strategi pengemplangan pajak yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan seperti Google Inc., Apple Inc., dan Yahoo! Inc.

Usulan tersebut dipersiapkan agar dibahas dalam pertemuan menteri keuangan negara-negara Grup 20 di Moskow yang berlangsung pada 19 dan 20 Juli 2013. OECD mengusulkan pengembangan aturan-aturan yang dapat mencegah tindakan tersebut dalam dua tahun.

Perusahaan-perusahaan teknologi informasi asal Amerika Serikat (AS) itu diduga menghindari pajak dengan tidak melaporkan penghasilan dari berbagai negara lokasi operasionalnya kepada regulator.

“Era keemasannya ‘kita tidak bayar pajak di manapun’ telah berakhir,” kata Pascal Saint-Amans, Direktur Pusat Kebijakan dan Administrasi Pajak OECD pada Jumat (19/7/13) di Paris.

Lembaga keuangan internasional ini memang telah ditugaskan oleh G-20 untuk mengatasi masalah tersebut. Usulan tersebut diharapkan dapat membantu negara-negara dengan defisit anggaran meningkatkan penerimaan dari pengumpulan pajak perusahaan-perusahaan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak oecd

Sumber : Bloomberg

Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top