Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WALHI Anggap Permintaan Maaf SBY Pernyataan Picik

BISNIS.COM, JAKARTA—Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritik sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta maaf kepada Singapura dan Malaysia atas bencana kebakaran hutan di Riau.
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 25 Juni 2013  |  18:01 WIB
WALHI Anggap Permintaan Maaf SBY Pernyataan Picik

BISNIS.COM, JAKARTA—Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritik sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta maaf kepada Singapura dan Malaysia atas bencana kebakaran hutan di Riau.

“Kalau dia bicara penegakan hukum, pidatonya [ucapan permintaan maaf] seharusnya gak begitu, itu pernyataan picik,” tegas Muhnur Satyagraha, Manajer Kebijakan dan Pembelaan Hukum Eksekutif Nasional Walhi dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Presiden, menurutnya, tidak paham bagaimana cara mengelola sumber daya alam dan dituding lebih mementingkan hubungan bilateral dibandingkan dengan rakyatnya sendiri.

“Minta maaf kok ke Singapura dan Malaysia. [Presiden] SBY lebih takut Malaysia dan Singapura, dibandingkan rakyatnya sendiri,” kelakarnya.

Dia menyayangkan ketika asap menyerang negara tetangga dan mendapatkan adanya komplain, pemerintah baru bereaksi.

“Padahal koordinasi di pemerintah sendiri tidak berjalan dengan baik,”

Sebelumnya, RI 1 meminta maaf atas kejadian yang disebutnya sebagai bencana asap.

“Atas apa yang terjadi ini, saya selaku presiden meminta maaf dan pengertian saudara-saudara kami di Singapura dan Malaysia. Tidak ada niat Indonesia apa yang terjadi ini,” ungkapnya dalam jumpa pers, Senin malam (24/6) di kantor Presiden.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sby riau presiden walhi hutan singapura malaysia kebakaran
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top