Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KECELAKAAN KERETA AS: Tidak Ada WNI Jadi Korban

BISNIS.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kecelakaan kereta metro di AS.
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 20 Mei 2013  |  09:59 WIB
KECELAKAAN KERETA AS: Tidak Ada WNI Jadi Korban
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kecelakaan kereta metro di AS.

Sebagaimana diberitakan, pada Jumat (17/5/2013) telah terjadi tabrakan antara dua kereta api di daerah Fairfield, Connecticut, AS, antara kereta metro jurusan New York – New Haven, Connecticut.  

Sebanyak 70 orang menderita luka-luka pada kecelakaan tersebut. Sebanyak tujuh orang di antaranya dalam kondisi kritis, di antaranya empat orang kulit putih, dua orang latin, dan satu orang kulit hitam dan dirawat di St. Vincent’s Medical Centre dan Bridgeport Hospital.

“Tidak ada korban WNI dalam kecelakaan tersebut sejauh informasi yang kami peroleh hingga Senin pagi ini,” ujar Direktur Informasi dan Media, PLE Priatna, dalam rilis yang diterima Bisnis, Senin (20/5/2013).

Konjen RI untuk New York Ghafur Dharmaputra menegaskan bahwa KJRI New York terus melakukan komunikasi dengan aparat setempat untuk memantau kecelakaan kereta tersebut.

Hasil penyelidikan sementara oleh FBI menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni yang disebabkan oleh keretakan pada sambungan rel.

Untuk beberapa hari, jalur kereta api yang juga merupakan bagian dari jalur kereta Amtrak New York – Boston akan ditutup sampai dengan penyelidikan dan perbaikan jalur selesai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api kecelakaan
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top