PASAR INDUK: DPRD Balikpapan Desak Pemkot Percepat Pembangunan

BISNIS.COM, BALIKPAPAN--DPRD Kota Balikpapan mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan pasar induk yang terkatung-katung karena investor yang tidak serius dalam mendukung program pemerintah tersebut.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 16 Mei 2013  |  14:17 WIB

BISNIS.COM, BALIKPAPAN--DPRD Kota Balikpapan mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan pasar induk yang terkatung-katung karena investor yang tidak serius dalam mendukung program pemerintah tersebut.

Ketua DPRD Kota Balikpapan Andi Burhanuddin Solong mengatakan desakan tersebut sesuai dengan rekomendasi dewan dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Balikpapan.

Selain itu, Pemkot Balikpapan juga telah melakukan studi kelayakan hingga detail engineering design (DED) terhadap pasar induk tersebut sehingga sudah selayaknya untuk direalisasikan.

"Harus segera direalisasikan pembangunannya karena sudah lama direncanakan,” ujarnya, Kamis (16/5/2013).

Anggota Komisi II Bidang Ekonomi, Keuangan, Anggaran, Pariwisata dan Perdagangan DPRD Kota Balikpapan Mukhlis mengatakan keberadaan pasar induk ini perlu, untuk menjaga stok barang yang hampir seluruhnya berasal dari luar daerah.

Nantinya, gangguan stok bisa diminimalisir dengan kemampuan penyimpanan yang lebih baik di pasar induk.

Dia berpendapat pemerintah bisa juga merealisasikan pembangunan pasar induk melalui dana APBD Kota.

“Kalau memang tidak ada yang tertarik, ya harus menggunakan APBD,” katanya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengaku sedang memertimbangkan untuk mempergunakan dana APBD guna merealisasikan pembangunan pasar induk tersebut.

Namun, dia menyebutkan kemungkinan alokasi anggaran baru bisa dilaksanakan pada anggaran tahun depan.

Dia menyebutkan ketertarikan investor yang tarik ulur menyebabkan realisasi pembangunan pasar induk menjadi lambat.

Penawaran yang disampaikan kepada investor belum menunjukkan adanya perkembangan positif karena beberapa investor yang sempat tertarik, katanya, mengundurkan diri.

Alasannya karena merasa belum ada kecocokan mengenai nilai investasi.

“Investor kan melihatnya keuntungan. Kalau gak menarik ya alamiah mengundurkan diri,” tukasnya.

Rizal menyebutkan juga ada tawaran dari Kementerian Perdagangan untuk membantu membangun pasar induk. Hanya saja, dirinya belum mengetahui secara detail informasi tersebut karena kabarnya tidak bisa direalisasikan.

Adapun mengenai lokasi, dia mengaku masih akan mengacu pada rencana awal yakni digabung dengan rumah potong hewan (RPH) yang sudah terlebih dahulu dibangun.

Namun, dia juga membuka kemungkinan untuk memindahkan lokasi pasar induk apabila memang ada yang lebih sesuai.

“Tapi, prioritasnya tetap di lokasi awal karena lokasi itu berdekatan dengan RPH yang sudah dibangun terlebih dahulu,” ujarnya.

Anggota Dewan Pengarah Tim Pengendali Inflasi Daerah Tutuk S.H. Cahyono mengatakan adanya pasar induk akan memangkas alur distribusi barang dari petani menuju konsumen.

Selama ini, alur distribusi barang di Balikpapan cukup panjang sehingga harga barang yang sampai ke konsumen menjadi cukup tinggi.

Karakteristik kota yang mengandalkan pasokan dari luar menyebabkan harus adanya kelancaran pada proses distribusi agar harga tidak melambung.

Dia berpendapat pasar induk bisa menjadi sarana untuk memangkas alur distribusi tersebut sehingga harga barang bisa ditekan. (wde)

 

 

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Wiwiek Endah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top