Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RSUD BALIKPAPAN: Pembangunan Molor Akibat Tanah Longsor

BISNIS.COM, BALIKPAPAN--Pembangunan RSUD Kota Balikpapan diprediksi molor hingga Juni 2013 seiring dengan adanya bencana tanah longsor di area proyek akibat kontur tanah yang tidak stabil.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 24 April 2013  |  16:12 WIB
RSUD BALIKPAPAN: Pembangunan Molor Akibat Tanah Longsor

BISNIS.COM, BALIKPAPAN--Pembangunan RSUD Kota Balikpapan diprediksi molor hingga Juni 2013 seiring dengan adanya bencana tanah longsor di area proyek akibat kontur tanah yang tidak stabil.


Pejabat Pembuat Komitmen Proyek RSUD Kota Balikpapan Alwiyati mengatakan perbaikan bagian proyek yang terikut dalam longsr tersebut sedang dalam pekerjaan.

Akibatnya, ada perkiraan molornya pembangunan rumah sakit yang diproyeksikan untuk menangani masyarakat menengah bawah ini.

“Saat ini, progress proyek sudah 82% dari target. Kemungkinan dalam dua bulan ke depan pembangunan sudah bisa selesai,” ujarnya dalam inspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Balikpapan, Rabu (24/04/2013).

Pihaknya mengaku juga ada perubahan desain karena adanya kendala dalam pembebasan jalan akses menuju RSUD tersebut.

Dalam perubahan tersebut, akan ada pembangunan jalan layang sebagai akses jalan masuk yang akan membedakan dengan akses jalan keluar.

Adapula penambahan pembangunan basement sebagai lahan parkir yang dapat menampung kendaraan pegawai maupun pengunjung pasien rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Dyah Muryani menambahkan dalam perubahan desain juga terdapat penambahan kapasitas tempat tidur dari yang awalnya 108 buah menjadi 284 buah.

“Penambahan terjadi karena luasan ruangan yang memadai untuk ditambah kamar tidur lagi,” katanya.

Penambahan ini secara langsung akan menambah kapasitas layanan RSUD yang diprioritaskan untuk pasien keluarga miskin (gakin), Jamkesmas, Jamkesda dan badan penyelenggara kesehatan lainnya.

Dyah mengaku belum ada perhitungan terjadinya eskalasi biaya atas perubahan desain ini. Namun, tentu akan ada penyesuaian anggaran ketika ada desain yang berubah karena kendala di lapangan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, proyek RSUD Balikpapan ini menelan anggaran Rp78,84 miliar yang dianggarkan secara tahun jamak melalui APBD Kota Balikpapan.

Proyeksi bed occupancy rate (BOR) ketika RSUD ini beroperasi mencapai 57% dengan perkiraan meningkat setiap tahunnya.

Saat ini, tambah Dyah, pihaknya sedang menghitung kebutuhan alat kesehatan untuk dapat melengkapi operasional RSUD Kota Balikpapan. Dirinya memperkirakan operasional RSUD tersebut bisa terealisasi paling cepat pada 2014.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menambahkan pengadaan alat kesehatan tersebut bisa menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN selain dari APBD Perubahan 2013.

“Karena itu, kami sednag hitung kebutuhannya berapa. Kalau memang bisa dibantu APBN atau APBD tentu akan sangat baik,” tukasnya.

Dia menambahkan pembangunan ini untuk mendukung RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo milik Pemprov Kaltim yang sudah ada sebelumnya.

Selain agar masyarakat kelas menengah bawah bisa terlayani, RSUD Kota Balikpapan juga bisa mengurangi kepadatan layanan yang selama ini terpusat di rumah sakit daerah yang sudah ada sebelumnya. Foto: Ilustrasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tanah longsor rsud balikpapan
Editor : Yoseph Pencawan - nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top