Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS NOVARTIS: AS Ajukan Gugatan Terkait Dugaan Penipuan Layanan Kesehatan

BISNIS.COM,JAKARTA--Pemerintah AS mengajukan tuntutan kepada perusahaan farmasi Novartis AG terkait dugaan penipuan layanan kesehatan. Perusahaan tersebut dituntut membayar sejumlah uang kepada apotek-apotek untuk mengalihkan pengobatan pasien transplantasi
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 24 April 2013  |  14:51 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA--Pemerintah AS mengajukan tuntutan kepada perusahaan farmasi Novartis AG terkait dugaan penipuan layanan kesehatan.

Perusahaan tersebut dituntut membayar sejumlah uang kepada apotek-apotek untuk mengalihkan pengobatan pasien transplantasi ke obat-obatan produksi mereka, yaitu Myfortic. Demikian dilansir Bloomberg, Rabu (24/4).

Novartis, produsen obat yang berbasis di Basel, Swiss, dituding menggunakan istilah diskon dan rabat kepada setidaknya 20 apotek untuk membuat mereka memberikan Myfortic ketimbang obat-obat dari perusahaan lain. Hal ini dinilai menyebabkan program layanan kesehatan AS harus membayar jutaan dolar untuk klaim palsu.

Myfortic digunakan untuk meminimalisir penolakan organ transplan bagi pasien transplantasi ginjal.

"Ratusan, bahkan mungkin ribuan, pasien transplantasi telah melakukan penukaran obat sebagai hasil rekomendasi apotek. Hal ini dilakukan atas dasar keuntungan finansial, dibandingkan pertimbangan klinis yang independen," papar kuasa hukum Pemerintah AS Preet Bharara dalam berkas gugatannya.

Pemerintah negara itu menginginkan perusahaan tersebut membayar kerugian, restitusi, dan penalti.

Bharara menyatakan ini bukan kali pertama Novartis melanggar aturan karena pernah melakukan perkara serupa kurang dari 3 tahun lalu, dan diharuskan membayar US$422,5 juta. (Bloomberg)(Foto:indianexpress.com)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan as obat novartis

Sumber : Newswire/Annisa Margrit

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top