Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BOM BOSTON: AS Buru Sindikat Pelaku Peledakan

BISNIS.COM, WASHINGTON--Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama berkomitmen mengembangkan investigasi untuk mencari tahu kemungkinan adanya pihak-pihak yang membantu aksi dua bersaudara etnis Chechen yang diduga melakukan pemboman Marathon
Hedwi Prihatmoko
Hedwi Prihatmoko - Bisnis.com 20 April 2013  |  16:01 WIB
BOM BOSTON: AS Buru Sindikat Pelaku Peledakan
Bagikan

BISNIS.COM, WASHINGTON--Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama berkomitmen mengembangkan investigasi untuk mencari tahu kemungkinan adanya pihak-pihak yang membantu aksi dua bersaudara etnis Chechen yang diduga melakukan pemboman Marathon Boston.

Setelah aksi penangkapan kedua bersaudara etnis Chechen, Dzhokhar Tsarnaev (19 tahun) dan Tamerlan Tsarnaev (26 tahun) yang menewaskan Tamerlan Tsarnaev, pihak keamanan AS kemudian melapor kepada Obama. Kelegaan sempat dirasakan oleh Gedung Putih.

"Kami akan menyelidiki setiap asosiasi yang mungkin dimiliki oleh para teroris ini dan akan melanjutkan semua tindakan yang harus kami lakukan untuk melindungi keamanan masyarakat," tegas Obama dalam pidatonya, Jumat (19/4) waktu setempat.

Obama mengingatkan agar warga AS tetap menjaga toleransi dan tidak terburu-buru mengaitkan kasus ini dengan pihak-pihak tertentu.

"Itu mengapa kita memiliki pengadilan. Itu mengapa kita bertindak tidak dengan terburu-buru terhadap sebuah tuduhan," ujarnya.

Kedua kakak-beradik tersebut diduga sebagai pelaku pengeboman marathon yang terjadi di Boston pada Senin (15/4) lalu yang menewaskan 3 orang dan melukai 176 orang. Ini merupakan serangan bom kedua di AS, sejak peristiwa 9/11.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bom boston bom boston

Sumber : Reuters

Editor : Yoseph Pencawan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top