Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOMODITAS KAKAO: Petani Mengeluh Harga Melorot Di Rp18.000/Kg

BISNIS.COM,PALU -- Petani kakao di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mengeluh lantaran harga komoditi ekspor yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka yakni kakao terus merosot di pasaran setempat. "Harga kakao saat ini turun dibandingkan sebelumnya
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 05 April 2013  |  10:58 WIB
KOMODITAS KAKAO: Petani Mengeluh Harga Melorot Di Rp18.000/Kg

BISNIS.COM,PALU -- Petani kakao di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mengeluh lantaran harga komoditi ekspor yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka yakni kakao terus merosot di pasaran setempat.

"Harga kakao saat ini turun dibandingkan sebelumnya yakni dari Rp 20.000 menjadi Rp18.000/kg," kata Nurdin, seorang petani asal Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Jumat (5/4).

Padahal, sambungnyam,  sebelumnya harga kakao sempat tembus angka tertinggi yakni Rp28.000,00 per kilogram.

Meski harga kian turun tetapi petani tidak bisa menahan stok menunggu sampai harga kembali membaik karena membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak, juga agar bisa membeli pupuk dan obat-obatan untuk tanaman kakao.

"Ya kalau tidak dipupuk dan disemprot obat, bagaimana tanaman akan subur dan berbuah banyak," katanya.

Keluhan senada juga disampaikan Jemmy, seorang petani asal Desa Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Ia mengatakan sebagian besar masyarakat disana juga bergantung kepada tanaman kakao sebagai mata pencahariannya.

"Sebagian besar masyarakat memang sangat bergantung kepada hasil produksi perkebunan dan pertanian. Karena ini naik-turunnya tingkat kesejahteraan petani sangat tergantung pada harga kakao, kopi dan beras,"katanya.

Kakao merupakan salah satu diantara sejumlah komoditas ekspor unggulan sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dan devisa terbesar nonmigas Sulawesi Tengah. (Antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao petani komoditaskakao

Sumber : Newswire

Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top