Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INFLASI PEKANBARU: Maret, Terendah se-Indonesia

BISNIS.COM, PEKANBARU--Badan Pusat Statistik Provinsi Riau menyatakan Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,04% pada Maret 2013, paling rendah dibandingkan dengan 57 kota lainnya di Tanah Air.
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 01 April 2013  |  14:30 WIB
INFLASI PEKANBARU: Maret, Terendah se-Indonesia

BISNIS.COM, PEKANBARU--Badan Pusat Statistik Provinsi Riau menyatakan Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,04% pada Maret 2013, paling rendah dibandingkan dengan 57 kota lainnya di Tanah Air.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Mawardi Arsyad, inflasi di Pekanbaru terutama disebabkan oleh adanya peningkatan indeks harga pada kelompok perumahan sebesar 0,24%.

 “Walaupun harga bahan makanan mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir ini, tetapi ternyata tidak berdampak terhadap inflasi di Pekanbaru. Malahan inflasi Pekanbaru paling rendah dibandingkan kota lainnya,” ujarnya dalam konferensi pers,  Senin (1/4).

Dari 66 kota di Indonesia yang menghitung indeks harga konsumen, ungkapnya, sebanyak 58 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi, lanjutnya, terjadi di Sorong 1,73% dan terendah di Pekanbaru 0,04%.

 Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Jayapura 2,63% dan terendah di Tanjung Pinang -0,87%. Dari 8 kota yang mengalami deflasi, jelasnya, sebanyak 6 kota di antaranya berada di Pulau Sumatra.

 Mawardi menerangkan kota-kota di Sumatra yang mengalami deflasi, antara lain Dumai, Banda Aceh, Sibolga, Batam, Padang Sidempuan, dan Tanjung Pinang.

“Kota-kota yang dekat dengan negara lain mengalami deflasi, dan ini disinyalir tidak terjadi kenaikan bahan makanan terutama bawang putih karena banyaknya pelabuhan di wilayah tersebut,” katanya.

 Dengan adanya pelabuhan bongkar-muat, jelasnya, masyarakat lebih mudah mendapatkan pasokan barang-barang dari luar, sehingga menekan kenaikan harga di dalam wilayahnya. Kalaupun terjadi inflasi, imbuhnya, prosentasenya juga tidak terlalu tinggi.

 “Batam saja sebagai contoh, pada 2007—2008, ada sekitar 53 pelabuhan tikus dan hanya 11 saja pelabuhan resmi. Makanya di kota itu terjadi deflasi 0,27% karena memang masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan barang-barang dari luar,” tutur Mawardi. (if)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi bps pekanbaru
Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top