Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apple Digugat Intertrust Soal Pelanggaran Paten Keamanan

BISNIS.COM, SAN FRANCISCO--Intertrust Technologies Corp, pengembang perangkat lunak yang dimiliki secara bersama-sama oleh Sony Corp dan Royal Philips Electronics NV, menggugat Apple Inc atas tuduhan melanggar 15 paten yang berkaitan dengan keamanan
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 21 Maret 2013  |  18:05 WIB
Apple Digugat Intertrust Soal Pelanggaran Paten Keamanan
Bagikan

BISNIS.COM, SAN FRANCISCO--Intertrust Technologies Corp, pengembang perangkat lunak yang dimiliki secara bersama-sama oleh Sony Corp dan Royal Philips Electronics NV, menggugat Apple Inc atas tuduhan melanggar 15 paten yang berkaitan dengan keamanan perangkat mobile.

Penggugat mengatakan dalam gugatan bahwa perusahaan memproduksi iPhone, iPod, iPad, komputer laptop, Apple TV dan App Store dengan menggunakan teknologi komputasi aman yang dikembangkan dan dipatenkan oleh Intertrust.

Intertrust sebelumnya telah menggugat Microsoft Corp atas paten yang sama. Pembuat perangkat lunak itu telah menyelesaikan gugatan dan lisensi pada 2004 sebesar US$440 juta.

"Keputusan Apple untuk menggunakan secara bebas inovasi Intertrust telah menyebabkan, dan terus menyebabkan, kerugian besar untuk Intertrust," menurut gugatan yang dikutip Bloomberg.

Intertrust minta agar pengadilan memerintahan Apple menghentikan pelanggaran itu lebih lanjut dan melarang penjualan produk yang melanggar paten.

Selain itu, mereka menuntut ganti rugi atas potensi laba yang hilang, royalti yang wajar dan jika ditemukan bahwa pelanggaran itu disengaja maka akan menyebabkan tunttan ganti rugi tiga kali lipat. (Bloomberg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukum apple paten

Sumber : Newswire

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top