Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS KORUPSI: Penyuap Hakim Tipikor Divonis Penjara 4 Tahun

SEMARANG--Sri Dartuti, terdakwa kasus suap terhadap hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, divonis penjara selama 4 tahun. "Terdawak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyuapan," ujar Ketua Majelis Hakim
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 13 Maret 2013  |  15:13 WIB

SEMARANG--Sri Dartuti, terdakwa kasus suap terhadap hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, divonis penjara selama 4 tahun.
 
"Terdawak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyuapan," ujar Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik membacakan vonis, Rabu (13/3/2013).
 
Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp150 juta dengan subisder 3 bulan penjara apabila tidak dibayar.

Terdakwa divonis melanggar  Pasal 6 ayat 1 undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 KUHP.
 
Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi yang menuntut penjara selama 7 tahun dan denda Rp250 juta
 
Menurut Majelis Hakim, Sri Dartuti terbukti melakukan penyuapan terhadap hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Kartini Marpaung.

Tujuan penyuapan itu adalah meringankan hukuman M. Yaeni, kakak terdakwa, yang sedang menjadi terdakwa kasus korupsi APBD Grobogan.
 
Hal yang memberatkan terdakwa adalah, perbuatan yang dilakukan merupakan kejahatan luar biasa.

Adapun hal yang meringankan adalah terdakwa mengaku kesalahan dan menyesal. Selain itu, terdakwa juga belum pernah dipidana dan orang tua tunggal

Seusai pembacaan vonis, tim penasihat hukum menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. Hal  yang sama juga dinyatakan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK.   (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi tipikor

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top