Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CIA PUNYA BOS BARU: John Brennan Pimpin CIA

WASHINGTON: Senat AS resmi menunjuk John Brennan sebagai direktur baru Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dalam upayanya meredakan kekhawatiran anggota Partai Republik dan Demokrat terkait kebijakan pemerintah menggunakan pesawat tak berawak untuk serangan
M. Sarwani
M. Sarwani - Bisnis.com 08 Maret 2013  |  08:39 WIB
CIA PUNYA BOS BARU: John Brennan Pimpin CIA
Bagikan

WASHINGTON: Senat AS resmi menunjuk John Brennan sebagai direktur baru Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dalam upayanya meredakan kekhawatiran anggota Partai Republik dan Demokrat terkait kebijakan pemerintah menggunakan pesawat tak berawak untuk serangan mematikan.

Para Senator Partai Republik memulai pengambilan suara untuk memastikan langkah John Brennan mengisi kursi Direktur CIA pada Kamis (3/7) seperti dikutip Reuters. Ia terpilih setelah mengantongi suara 63-34.

Sebelum pemungutan suara final berlangsung, Senator Republik Rand Paul dalam pidatonya yang berlangsung selama 13 jam pada Rabu menekankan bahwa pembunuhan yang mengincar warganegara Amerika di wilayah AS merupakan hal yang inkonstitusional.

Jaksa Agung Eric Holder dalam surat singkatnya kepada Rand Paul beberapa jam sebelum pemungutan suara menegaskan bahwa Presiden Barack Obama tidak memiliki wewenang memerintahkan pesawat tak berawak untuk membunuh warganegara Amerika yang tidak terlibat pertempuran di wilayah AS.

Menurut Rand Paul, terpilihnya John Brennan merupakan kemenangan besar bagi kebebasan sipil Amerika. Meskipun begitu, ia tetap tidak memilihnya sebagai Direktur baru CIA itu.

Pidato Paul merupakan lika-liku terbaru dalam proses penentuan direktur baru Badan Intelijen Pusat AS yang tertunda selama beberapa minggu.

Pengajuan John Brennan sebagai kandidat menjadi motor bagi anggota Partai Republik dan Demokrat untuk menekan Gedung Putih agar mengungkapkan data sensitif milik pemerintahan Obama.

Data tersebut termasuk email dan dokumen mengenai pembunuhan yang ditargetkan dan respon pemerintah terhadap serangan yang terjadi di komplek diplomatik AS in Benghazi Libya tahun lalu. (Reuters/t06/msw)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

as cia senat john brennan

Sumber : Reuters

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top