Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HEADLINE HARI INI: Alokasi investasi reksadana hingga kekuatan ekonomi lokal

JAKARTA—Informasi yang beragam mewarnai fokus pemberitaan di sejumlah media cetak pada hari ini, Rabu (27/2/2013), di antaranya alokasi investasi reksadana pada instrumen saham berpotensi meningkat seiring dengan pertumbuhan pasar modal.
R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 27 Februari 2013  |  07:11 WIB
HEADLINE HARI INI: Alokasi investasi reksadana hingga kekuatan ekonomi lokal
Bagikan

JAKARTA—Informasi yang beragam mewarnai fokus pemberitaan di sejumlah media cetak pada hari ini, Rabu (27/2/2013), di antaranya alokasi investasi reksadana pada instrumen saham berpotensi meningkat seiring dengan pertumbuhan pasar modal.

Investor emas

Investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi kembali menelan korban.

Kali ini korbannya adalah nasabah investasi emas di Raihan Jewellery. (Kontan).

Reksadana saham

Fitch Ratings, lembaga pemeringkat internasional menyebutkan alokasi investasi reksadana di Indonesia hingga akhir tahun lalu masih didominasi instrumen fixed income, seperti obligasi.

Departemen Riset Finance Today menilai alokasi investasi reksadana pada instrumen saham berpotensi meningkat seiring pertumbuhan pasar modal. (Indonesia Finance Today).

Ekonomi nasional

Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih didorong oleh kekuatan ekonomi domestik.

Jika tidak ada kebijakan konkret yang berpihak pada pelaku usaha nasional, termasuk perbankan nasional, kekuatan ekonomi domestik akan semakin banyak dinikmati asing. (Investor Daily).

Bank lokal

Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) pesimis jika perbankan Indonesia tidak mampu bersaing di tingkat regional, seperti kawasan Asia Tenggara (Asean).

Mereka mengklaim kalau PT Bank Mandiri Tbk yang notabene memiliki asset terbesar di Indonesia hanya bertengger di urutan 8 di Asean. (Neraca).

Daging sapi

Keputusan pemerintah mengubah kebijakan pengadaan daging sapi impor, dari semua berbasis perizinan menjadi sistem lelang, dinilai tidak tepat.

Selain memicu inkonsistensi dalam mewujudkan swasembada daging sapi, hal itu juga merugikan peternakan sapi rakyat. (Kompas). (msb)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi ekonomi perbanas headline daging reksadana sapi

Sumber : R. Fitriana

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top